Tulis surat terbuka, Menaker minta pekerja pertimbangkan ulang mogok

Tulis surat terbuka, Menaker minta pekerja pertimbangkan ulang mogok

Jakarta (ANTARA) – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menulis surat terkuak untuk serikat pekerja dan buruh terkait rencana aksi mogok nasional yang dilakukan buruh, meminta itu mempertimbangkan ulang dan berbicara di meja dialog.

“Kepada teman-teman serikat pekerja/serikat buruh, sejak kausa 2020 kita telah mulai berdialog tentang RUU Cipta Kerja, cara secara formal melalui lembaga Tripartit, maupun secara informal. Aspirasi kalian sudah kami dengar, sudah kami pahami. Sedapat mungkin aspirasi tersebut kami sertakan menjadi bagian lantaran RUU ini. Pada saat yang sama kami juga menerima iktikad dari berbagai kalangan, ” tulis Menaker Ida dalam surat terkuak yang diterima dari Kementerian Ketenagakerjaan di Jakarta pada Senin suangi.

Dalam surat terbuka yang diberi judul “Hati Saya Bersama Mereka yang Bekerja dan yang Masih Menganggur” itu, Menaker mengatakan dia sudah berupaya membongkar-bongkar titik keseimbangan antara melindungi yang telah bekerja dan memberi kesempatan kerja pada jutaan orang yang masih menganggur, yang tak punya penghasilan dan kebanggaan.

Baca juga: Rapat Paripurna DPR setujui RUU Ciptaker menjadi UU

Ia mengakui hal tersebut tidak mudah memang, tapi pihaknya sudah memperjuangkan dengan sebaik-baiknya. Ida juga memahami banyak di kurun serikat pekerja dan buruh dengan kecewa dan masih belum puas.

“Saya menerima serta mengerti. Ingatlah, hati saya beriringan kalian dan bersama mereka dengan masih menganggur, ” ujar Ida.

Terkait rencana lumpuh nasional, Ida meminta agar para serikat untuk memikirkan kembali peristiwa tersebut karena situasi jelas tidak memungkinkan untuk turun ke tiang dan berkumpul. Pandemi COVID-19 masih tinggi dan masih belum tersedia vaksinnya, tegasnya.

“Pertimbangkan ulang rencana mogok itu. Bacalah secara utuh RUU Cipta Kegiatan ini. Banyak sekali aspirasi teman-teman yang kami akomodir. Soal PKWT, outsourcing, syarat PHK, itu seluruh masih mengacu pada UU lama. Soal upah juga masih mengakomodir adanya UMK. Jika teman-teman ingin 100 persen diakomodir, itu tak mungkin. Namun bacalah hasilnya. Mau terlihat bahwa keberpihakan kami benar benderang, ” kata dia.

Baca juga: F-Demokrat tegaskan tolak RUU Ciptaker disetujui jadi UU

Menaker Ida mengucapkan, karena banyak permintaan yang telah diakomodir maka menurut dia lumpuh sudah tidak relevan. Ia menodong agar serikat pekerja dan buruh untuk tidak mengambil risiko dengan dapat membahayakan nyawa pekerja dan keluarga mereka.

Ida mengajak para anggota serikat pelaku dan buruh untuk kembali bersandar bersama dengan semangat melindungi yang masih bekerja dan kini cukup menganggur.

“Saya secara antusias menunggu kehadiran teman-teman di meja dialog, bukan di jalanan. Saya percaya kita selalu mampu menemukan jalan tengah yang saling menenangkan. Kita sedang berupaya menyalakan lilin dan bukan menyalahkan kegelapan, ” tegasnya.

Sebelumnya, 32 federasi dan konfederasi konsorsium buruh seperti KSPI, KSPSI AGN, beberapa yang tergabung dalam KSPSI pimpinan Yorrys seperti SP LEM dan aliansi serikat pekerja laksana GEKANAS (Gerakan Kesejahteraan Nasional) mengucapkan akan melakukan aksi serempak mogok nasional pada 6-8 Oktober 2020. Mereka menentang pengesahan Omnibus Law RUU Cipta Kerja yang keadaan ini (5/10) telah disetujui DPR menjadi udang-undang.

Baca juga: Anggota DPR: Rapat maraton RUU Ciptaker buat tenaga ahli kewalahan
Menangkap juga: F-PAN sampaikan 8 rencana kritis terkait RUU Ciptaker
Baca juga: Komite ungkap soal titik tengah pesangon pekerja di UU Cipta Kerja
Mengaji juga: MUI sayangkan pengesahan UU Cipta Kerja

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020