Tito Karnavian dukung Perda COVID-19

Tito Karnavian dukung Perda COVID-19

Jadi sanksi denda, jangan gunakan sanksi kurungan. Ada beberapa hukuman seperti sanksi sosial membersihkan, tersebut upaya memberikan efek jera

Makassar (ANTARA) – Menteri Di Negeri Tito Karnavian mendukung negeri daerah di Sulawesi Selatan menerapkan peraturan daerah sebagai upaya memotong mata rantai penyebaran COVID-19.

Tito Karnavian di Makassar, Rabu, mengatakan bisa saja membuat perda seperti penggunaan masker dengan daftar menggunakan sanksi denda dan bukan hukuman kurungan atau penjara.

“Jadi sanksi denda, jangan gunakan sanksi kurungan. Ada kira-kira sanksi seperti sanksi sosial menyapu, ini upaya memberikan efek insaf, ” katanya saat memberikan petunjuk kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sulawesi di Ruang Kerap Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel.

Baca selalu: Mendagri: Jangan kalah dengan pelanggar aturan COVID-19
Baca pula: Mendagri minta pemda segera cairkan anggaran Pilkada 2020

Ia juga melegalkan jika tanpa perda maka pelik bagi tim khususnya TNI Polri dalam mengawal maksimal kebijakan atau upaya pencegahan penularan COVID-19 dalam daerah tersebut. “Tanpa ada perda, kasihan juga TNI Polri, ” ujarnya.

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan penerbitan Perda akan jauh lebih efektif dalam mendisiplinkan masyarakat yang selama ini masih kritis dalam penerapan protokol kesehatan.

“Saya melihat pergub, perwali, perbup itu tidak akan efektif dalam penindakan protokol kesehatan sebab tidak ada aturan dan sanksi (di dalamnya). Tentunya hal tersebut berbeda jika diterapkan perda yang lebih mengikat, ” katanya.

Ia menjelaskan, dengan cuma berupa peraturan Gubernur, Walikota atau Bupati, maka masyarakat bisa sekadar melakukan pelanggaran karena tidak adanya aturan soal sanksi-sanksi yang membungkus.

‘Makanya saya mendorong keluarnya perda baik di Provinsi dan daerah. Di daerah kira-kira masih bisa efektif, namun pada kota, apalagi ada pengamat dengan menjelaskan (dasar hukum peraturan bukan perda), maka lebih sulit, ” sebut dia.

Baca juga: Tito ingin “influencer” panasi calon kepala daerah soal isu COVID-19
Mengaji juga: Tito targetkan partisipasi pemilih Pilkada di atas 50 komisi

Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © KURUN 2020