Swab antigen demonstran positif, Doni ingatkan untuk sayangi keluarga

Swab antigen demonstran positif, Doni ingatkan untuk sayangi keluarga

tersebut silent killer

Jakarta (ANTARA) – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengingatkan mereka yang mengikuti unjuk mengalami pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja untuk menyayangi keluarga dengan tidak menularkan virus mengingat hasil swab antigen sejumlah demonstran positif COVID-19.

“Data yang berhasil kami kumpulkan dari Polda, ada daerah yang melakukan pemeriksaan ke demonstran, buatan rapid test antibodinya ada yang reaktif. Ada juga swab antigen, & hasilnya ada yang positif, ” kata Doni memberikan keterangan pers daring kepada wartawan di media center Satgas COVID-19, Jakarta, Jumat.

Ia mengingatkan biar masyarakat yang beraktivitas di asing ruang menghindari berkerumun karena berpotensi terjadi penularan COVID-19. Dirinya serupa meminta agar mereka yang beraktivitas di luar ruangan tersebut mencintai keluarganya yang ada di vila, karena bisa saja mereka memengaruhi virus saat pulang.

“Yang bahaya itu bukan itu yang di rumah sakit, tapi justru yang ada di asing dan masuk kelompok orang tanpa gejala. Ini silent killer , ” kata Doni.

Mengaji juga: 37 demonstran tolak UU Cipta Kerja reaktif usai ulangan cepat COVID-19

Ketika pulang bisa saja tanpa sengaja menularkan COVID-19 di dalam anggota keluarga lainnya, itu sangat fatal. Harus diketahui, ujar Doni, proses penularan SARS-CoV-2 bukan melalui hewan ke manusia lagi, akan tetapi antara manusia dengan manusia, jadi yang menulari bukan lah karakter jauh tetapi justru orang-orang yang ada di dekat dan sekitarnya.

“Keluarga, teman kerja, siapa saja yang dekat sekali dengan kita. Karena harus silih mengingatkan. Kalau tidak bisa peraturan dan mengajak orang lain buat juga disiplin ya mohon maaf cepat atau lambat akan tersentuh, ” kata dia.

Meski masih dalam masa darurat kesehatan, pada Kamis (8/10), laku demonstrasi besar-besaran oleh buruh, praktisi, mahasiswa, masyarakat terjadi di berbadai daerah terjadi atas pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja. Para relawan COVID-19, Ikatan Dokter Indonesia, hingga klub lainnya mengkhawatirkan adanya peningkatan peristiwa baru setelah pelaksanaan aksi presentasi tersebut.

Sebelumnya, Koordinator Tim Pakar Juru Bicara Negeri untuk Penangangan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito meminta agar masyarakat mampu menjaga keselamatan dan kesehatan, walaupun harus menyampaikan aspirasi, pastikan langgeng mengikuti protokol kesehatan.

Dengan jumlah massa yang mulia dan tidak menerapkan protokol kesehatan tubuh, ia mengatakan potensi munculnya klaster baru COVID-19 bisa saja terjadi. Sinergi masyarakat untuk menurunkan kasus infeksi SARS-CoV-2 sangat penting, minus itu kasus di berbagai kawasan dapat meningkat.

Baca juga: Polisi: Lima pendemo anarkis reaktif, dua nyata gunakan ganja
Baca juga: 34 perusuh di Jakarta reaktif COVID-19

Pewarta: Virna P Setyorini
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020