Sri Mulyani: Program PEN beri tumpuan luar biasa bagi masyarakat

Sri Mulyani: Program PEN beri tumpuan luar biasa bagi masyarakat

Itu berarti bagus. Artinya bantuan sosial membantu masyarakat paling bapet sehingga mereka tidak menjadi bertambah buruk

Jakarta (ANTARA) kacau Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan penyaluran berbagai sandaran pemerintah melalui Program Perlindungan Baik dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) telah mampu menyelamatkan 3, 43 juta orang keluar daripada kemiskinan.

“Program-program yang dilakukan pemerintah cukup memberikan bantuan yang istimewa bagi masyarakat, ” logat Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Senin.

Sri Mulyani menyebutkan beragam bantuan pemerintah meliputi Program Keluarga Harapan (PKH) untuk 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Bantuan Sembako Jabodetabek untuk 1, 9 juta KPM, dan Tumpuan Tunai peserta Sembako non-PKH kepada 9 juta KPM.

Kemudian bantuan upah karyawan kepada 12, 4 juta orang, BLT Dana Desa untuk 8 juta penerima, Kartu Sembako 19, 4 juta KPM, Bansos Tunai Non Jabodetabek kepada 9, 2 juta KPM, dan bantuan beras pengikut PKH kepada 10 juta KPM.

Mengucapkan juga: Kemenkeu sebut 3, 43 juta orang selamat dari kekurangan berkat PEN

Sekaligus yang terbaru adalah subsidi upah untuk guru honorer yang mencapai 2, 4 juta orang di bawah Kemendikbud & Kemenag serta Program Kartu Prakerja untuk 5, 6 juta karakter.

Menurutnya, berbagai tumpuan itu telah mampu mendorong tingkat konsumsi masyarakat menengah ke bawah yang sempat mengalami tekanan luar biasa akibat dampak pandemi.

Untuk 10 persen bangsa termiskin atau desil I tercatat tingkat konsumsinya mengalami drop datang minus 6, 3 persen serta akhirnya meningkat mencapai 8, 3 persen sehingga net perubahan berterima rumah tangga ini di nilai dua persen.

“Itu berarti bagus. Artinya bantuan baik membantu masyarakat paling miskin jadi mereka tidak menjadi lebih buruk, ” ujar  Sri Mulyani.

Baca serupa: Sri Mulyani: Serapan anggaran PENA terus membaik capai Rp386, 01 triliun

Untuk 10 persen masyarakat termiskin berikutnya atau desil II tercatat mengalami tekanan konsumsi minus 7, 1 persen, namun setelah menyambut bantuan sosial maka terjadi pengembangan hingga 6, 6 persen.

“Bantuan pemerintah 6, enam persen sehingga net efeknya adalah sedikit kontraksi 0, 5 tip, ” kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani menuturkan semakin tinggi tingkatan masyarakat penerima bansos maka efeknya semakin kecil sebab fokus bantuan pemerintah adalah menyelamatkan masyarakat kelas menengah ke lembah.

“Semakin kita tahu ke atas bantuan pemerintah memang tidak ditunjukkan atau lebih terfokus ke menengah bawah, ” kata  Sri Mulyani.

Baca juga: Sri Mulyani: Pengangguran bertambah 2, 67 juta orang akibat COVID-19

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020