Soal reformasi kesehatan, Menperin upayakan kemerdekaan industri

Soal reformasi kesehatan, Menperin upayakan kemerdekaan industri

Kami mendorong biar sektor industri obat dan metode kesehatan dapat menjadi pemain sari dan tuan rumah di daerah sendiri

Jakarta (ANTARA) kacau Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan kementeriannya terus berupaya mewujudkan industri obat dan alat kesehatan tubuh bisa menjadi sektor yang sendiri di dalam negeri, sehingga berpunya memenuhi kebutuhan masyarakat domestik, sehingga secara bertahap dapat mengurangi ketergantungan terhadap produk-produk impor.

Hal tersebut disampaikan Menperin  Agus menanggapi pidato Presiden Joko Widodo  soal RAPBN  2021, yang berisi kurun lain bahwa pemerintah ingin mempercepat reformasi fundamental di sektor kesehatan dengan berorientasi pada pencegahan penyakit dan pola hidup sehat yang harus diutamakan.

“Kami mendorong agar sektor industri obat dan alat kesehatan dapat menjelma pemain utama dan tuan vila di negeri sendiri. Apalagi, sektor ini masuk dalam kategori high demand di tengah masa pandemi COVID-19. Ini sebagai salah satu potensinya, ”  kata Menperin lewat bukti resmi di Jakarta, Jumat.

Baca selalu: Menperin katakan industri kimia serta farmasi tangguh hadapi kontraksi

Menurut Agus, kemandirian industri obat dan kendaraan kesehatan perlu ditopang dengan pengkajian struktur manufakturnya, mulai dari sektor hulu, menengah, hingga hilir.

Guna mendukung kemandirian daerah ini, telah diterbitkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 16 Tahun 2020 tentang Ketentuan dan Tata Jalan Penghitungan Nilai TKDN Produk Farmasi.

“Peningkatan utilisasi TKDN merupakan kunci utama agar Nusantara dapat menjadi negara yang mandiri di sektor farmasi, khususnya di dalam hal produksi bahan baku obat, ”  ungkapnya.

Pada samping itu, Presiden Jokowi  selalu menekankan bahwa pemerintah sedang fokus membangun food estate atau lumbung bertabur di Provinsi Kalimantan Tengah serta Sumatera Utara, serta daerah lainnya.

Tujuan food estate itu untuk memperkuat cadangan pangan nasional, bukan hanya di sektor desa, tetapi juga bergerak di hilir produk pangan industri.

Hasil dari lumbung pangan tersebut tidak hanya untuk kebutuhan domestik, tetapi juga untuk pasar internasional. Program ini merupakan sinergi jarang pemerintah, pelaku swasta, dan umum.

Bahkan, dalam penerapannya tidak lagi menggunakan cara-cara petunjuk, tetapi menggunakan teknologi modern & pemanfaatan kecanggihan digital.

“Kami akan berupaya memperkuat di sektor hilirnya untuk menghasilkan produk-produk pangan yang kompetitif di medan nasional dan global. Apalagi, industri makanan dan minuman merupakan utama dari lima sektor manufaktur yang menjadi awal penerapan industri 4. 0 sesuai peta jalan Making Indonesia 4. 0 , ” papar Menteri Agus.

Berikutnya, Presiden menyampaikan  beberapa kilang sedang dibangun untuk mengolah minyak mentah menjadi keluaran BBM, dan sekaligus menjadi dalang industri petrokimia yang memasok keluaran industri hilir bernilai tambah tinggi.

Saat ini, nilai nikel telah mampu diolah menjadi ferro nikel , stainless steel slab , lembaran baja, dan dikembangkan menjadi bahan utama untuk baterai litium.

Hal itu diharapkan dapat memperbaiki defisit transaksi berjalan, meningkatkan peluang kerja, dan mulai mengurangi dominasi energi fosil.

Bahkan, bakal menempatkan Indonesia di posisi yang sangat strategis dalam pengembangan baterai litium, mobil listrik dunia, dan produsen teknologi di masa depan.

“Pemerintah terus mendorong penambahan nilai tambah bahan baku mineral di dalam negeri. Kebijakan hilirisasi ini diyakini dapat memberikan pemberian signifikan bagi perekonomian nasional, di antaranya melalui capaian nilai ekspor, ”  imbuh Agus.

Upaya lainnya yang sedang digenjot pemerintah, yakni membangun kawasan industri terpadu, termasuk pembangunan superkoridor ekonomi pantai utara Jawa. Misalnya, Kawasan Industri Batang, Subang, dan Majalengka yang tengah dikebut pengembangannya.

Langkah ini untuk menarik investasi potensial, serta upaya menyinergikan industri skala besar dengan pabrik kecil dan menengah (IKM).

“Seperti yang disampaikan Abu Presiden, kawasan industri akan dibangun di berbagai daerah di semesta Indonesia, yang selalu bersinergi secara kewirausahaan masyarakat dan UMKM, buat menyediakan kesempatan kerja bagi generasi muda yang belum bekerja, dan meningkatkan pemerataan pembangunan di semesta pelosok negeri, ” jelas Menperin  Agus.

Baca juga: Presiden: anggaran kesehatan tubuh RAPBN 2021 sebesar Rp169, 7 triliun
Baca juga: Presiden tekankan pentingnya penguatan cadangan pangan serta koperasi

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020