SKK Migas: Harga minyak bakal capai keseimbangan baru 60 dolar/barel

SKK Migas: Harga minyak bakal capai keseimbangan baru 60 dolar/barel

Jakarta (ANTARA) – Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Cara Hulu Minyak dan Gas Dunia (SKK Migas), Dwi Soetjipto, mengatakan harga minyak bakal mencapai bintik keseimbangan baru yaitu 60 dolar Amerika Serikat per barel, setelah anjloknya harga minyak akibat penurunan permintaan di tengah wabah Covid-19.

“Itu tidak terjadi di 2021, bukan juga pada 2021, ” kata Soetjipto dalam FGD secara daring di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan, setelah mengolah data, kemungkinan titik keseimbangan baru harga minyak tersebut bakal terjadi pada 2024 atau 2025.

Ia menjelaskan ada tiga asumsi dasar atas estimasi titik kesimbangan baru harga patra tersebut, yang kini terus berfluktuasi akibatwabah Covid-19 yang berdampak dalam penurunan permintaan minyak dunia.

Baca serupa: Harga minyak melonjak dipicu hasil positif vaksin COVID-19

Pertama, perhitungan bersandarkan biaya produksi, yang bila kehormatan minyak di bawah 30 dolar Amerika Serikat per barel oleh karena itu akan banyak perusahaan minyak yang kolaps, kecuali yang memiliki cadangan besar.

Kedua, pembicaraan di Organisasi Negara Pengekspor Patra (OPEC) yang mulai memangkas penerapan mereka.

Ketiga, analisa-analisa perkiraan harga minyak mentah Brent oleh lembaga riset energi Woodmac, Rystad and Platts.

Baca juga: BI yakin rupiah kuat dan tetap, meski dibayangi jatuhnya harga minyak

Ia mengakui dampak Covid-19 yang membuahkan harga minyak dunia bergejolak sudah menurunkan aktivitas operasional kegiatan daya hulu minyak dan gas (migas).

Bahkan dia menghormati ada sejumlah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) minyak dan gas (migas) yang melakukan penundaan program bisnis mereka. Namun, pihaknya langsung melakukan komunikasi agar produksi serta lifting minyak tetap terjaga.

“Angkanya yang realistis tarikh ini 705 ribu barel per hari, dari target APBN 755 ribu barel per hari, ” katanya.

Selain itu, dampak Covid-19 dan gejolak nilai minyak dunia juga menyebabkan penurunan pemanfaatan migas, penurunan keekonomian lapangan migas, penurunan outlook lifting 2020, & mundurnya onstream Proyek Marakes dari Kuartal III 2020 menjadi kembali ke rencana awal POD Kuartal I 2020.
 

Pewarta: Risbiani Fardaniah
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2020