Sanksi Manchester City dicabut, Presiden La Liga kesal

Sanksi Manchester City dicabut, Presiden La Liga kesal

Jakarta (ANTARA) – Presiden La Liga Javier Tebas mengaku kesal setelah menyelami Manchester City sukses dalam melaksanakan terhadap larangan bermain dalam kompetisi Eropa selama dua musim.

City  dilarang berpartisipasi dalam kompetisi UEFA selama dua tahun serta didenda 30 juta euro (sekitar Rp493 miliar) karena melanggar petunjuk Financial Fair Play (FFP).

Namun, City mengajukan banding  ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) dan Senin ini banding itu disetujui.

Larangan UEFA untuk City dicabut sehingga mampu bermain kembali pada Liga Champions musim depan dan denda itu dikurangi menjadi 10 juta euro (sekitar Rp164 miliar).

Baca juga: Manchester City menang banding di CAS, hukuman UEFA dicabut

“CAS menekankan bahwa sebagian besar dugaan pelanggaran yang dilaporkan oleh Badan Pengawas Keuangan Klub (CFCB) tidak terbukti, ” kata CAS.

Ketua La Liga  Javier Tebas menolong City dihukum dan jelas tak senang pada hasil banding.

“Kami harus menilai balik apakah CAS adalah badan yang tepat untuk mengajukan banding berasaskan keputusan institusional dalam sepak bola, ” kata dia dalam laman Goal.

“Swiss ialah negara dengan sejarah arbitrase dengan hebat, CAS tidak memenuhi penopang. ”

Baca juga: City terima beri kepada CAS, UEFA tetap komitmen FFP

Setelah City mendapatkan larangan lantaran UEFA pada Februari, Tebas berkomentar di Twitter: “UEFA akhirnya mengambil tindakan tegas. Menegakkan aturan Financial Fair Play dan menghukum doping finansial sangat penting bagi zaman depan sepak bola. “

“Bertahun-tahun lalu, kami menganjurkan tindakan keras melawan Manchester City dan Paris Saint-Germain. Lebih tertib terlambat daripada tidak sama sekali. ”

City sudah pasti lolos ke Liga Champions musim depan dan masih memiliki peluang mengangkat trofi musim itu. Mereka unggul 2-1 atas Real Madrid  pada pertandingan leg mula-mula babak 16 besar Liga Champions sebelum kompetisi ditangguhkan akibat pandemi virus corona.

Baca juga: UEFA berencana ubah sistem FFP setelah kubra hukum Manchester City

Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2020