Riset: Mayoritas karyawan siap lakukan kerja dari rumah

Riset: Mayoritas karyawan siap lakukan kerja dari rumah

Survei ana menunjukkan bahwa pengalaman karyawan sudah berubah dari sebelum pandemi itu

Jakarta (ANTARA) – Hasil riset yang dipaparkan perusahaan teknologi multinasional Lenovo menunjukkan bahwa pegawai di berbagai negara sebenarnya telah siap untuk melakukan pola kerja dari rumah atau work from home (WFH).

“Survei ana menunjukkan bahwa pengalaman karyawan sudah berubah dari sebelum pandemi itu, ” kata General Manager Lenovo Hong Kong dan Makau, Ronald Wong, dalam keterangan tertulis dengan diterima di Jakarta, Jumat.

Ia memaparkan, hasil pengkajian terbaru Lenovo di beberapa negeri seperti China, Jepang, Jerman, Italia, dan Amerika Serikat, menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan (87 persen) merasa siap untuk beralih menjelma bekerja di rumah jika diperlukan.

Selain itu, lanjutnya, sekitar 77 persen juga mencagarkan perusahaan untuk lebih menerima kebijaksanaan WFH setelah pandemi berlalu.

Menurut dia, dalam 15 tahun terakhir, jumlah mereka dengan bekerja secara rutin dari panti telah tumbuh 159 persen dalam Amerika dan hal yang cocok juga terjadi di berbagai negara di Asia, termasuk di Nusantara.

Sedangkan berdasarkan survei  yang dilakukan pihak lembaga Jakpat ternyata ada sebanyak 33 tip karyawan di Jabodetabek yang telah memulai bekerja dari rumah bahkan sebelum adanya ketentuan resmi dibanding Pemerintah.

“Meskipun situasi saat ini berbeda, kami tahu keinginan para pekerja untuk beradaptasi dan mengadopsi pengaturan kerja yang fleksibel. Ini menegaskan bahwa modus tepat dalam investasi teknologi kongsi, karena sekarang kebanyakan orang merasakan produktif di rumah dan percaya bahwa tenaga kerja akan berjalan lebih ke arah ini sesudah krisis berlalu, ” ucapnya.

Dengan adanya pola kerja baru ini, investasi perangkat teknologi cerdas dinilai juga akan semakin dibutuhkan perusahaan guna mendukung WFH.

Pemerintah RI juga telah melakukan pengembangan teknologi yang pesat di era digital lupa satunya dengan Peraturan Presiden (Perpres) No 95 Tahun 2018 mengenai Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), yang didalamnya termasuk mengadaptasi bentuk kerja WFH dengan memanfaatkan kanal-kanal digital.

Sementara itu, Country General Manager Lenovo Nusantara Budi Janto menyatakan bahwa penggunaan teknologi cerdas dipadukan dengan aplikasi kolaborasi akan membantu pekerja meraih produktivitas selayaknya bekerja dari biro.

“Di Lenovo, awak menyediakan teknologi cerdas untuk semua kalangan, baik profesional muda pemula hingga mereka yang membutuhkan set dengan kecanggihan lebih, ” logat Budi Janto.

Sama dengan diwartakan, pola WFH diperkirakan bakal menjadi lebih lumrah dalam penerapannya oleh sejumlah kantor perusahaan akibat dampak dari COVID-19, dan diperkirakan akan berlanjut bakal setelah pandemi dapat tertangani.

“Kalau WFH ini berlanjut cukup lama, artinya akan menjadi suatu protokol yang dijalankan suatu perusahaan, ” kata Senior Director Office Services Colliers International Indonesia (konsultan properti), Bagus Adikusumo, dalam paparan properti virtual di Jakarta, Rabu (8/4).

Menurut dia, prospek ke depannya WFH akan menjelma model bisnis yang menarik buat diteruskan sehingga bakal ada bervariasi penyesuaian dari pola kerja perusahaan.

Namun, lanjutnya, masa memang pola kerja akan semakin lebih banyak yang melakukan WFH maka diperkirakan juga akan mengurangi permintaan terhadap ruang perkantoran.

Baca pula: Pekerja ingin WFH diadopsi kongsi meski pandemi corona usai
Baca juga: Tips sederhana tingkatkan produktivitas saat WFH

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Bacaan lainnya Slot Online