Restrukturisasi, Holding Perkebunan rampingkan jumlah direksi 13 PTPN

Restrukturisasi, Holding Perkebunan rampingkan jumlah direksi 13 PTPN

Pergantian ini sejalan dengan program transformasi perserikatan perusahaan yang berkomitmen untuk meningkatkan kinerja perusahaan

Jakarta (ANTARA) – Holding PT Perkebunan Nusantara III (Persero) melakukan restrukturisasi pola dengan merampingkan seluruh jumlah pengurus anak perusahaan Grup PTPN, mulai dari PTPN I sampai secara PTPN XIV.

Direktur Istimewa PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Muhammad Abdul Ghani menjelaskan restrukturisasi organisasi ini sebagai bagian sebab optimalisasi proses transformasi dalam rangka memperkuat peran Grup PTPN jadi penopang ekonomi dan ketahanan bertabur Nasional.

“Pergantian ini sejalan dengan program transformasi agregasi perusahaan yang berkomitmen untuk memajukan kinerja perusahaan dan terus menyelenggarakan perubahan dalam mencapai target kongsi sehingga dapat memberi kontribusi tumbuh bagi perekonomian nasional, ” kata Abdul Ghani  di Jakarta, Selasa.

Dalam struktur sebelumnya, setiap anak perusahaan memiliki sampai 4 direksi, sedangkan di tata organisasi baru ini, setiap bujang perusahaan hanya akan memiliki satu direktur.

Sesuai penetapan Menteri BUMN Erick Thohir, Eksekutif Utama PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Muhammad Abdul Ghani menyerahkan langsung Surat Keputusan tentang Pemberhentian, Pengangkatan dan Perubahan Nomenklatur Rentetan Direksi anak perusahaan Grup PTPN kepada jajaran pimpinan baru 13 PTPN, di kantor pusat Holding di Jakarta.

Patuh Abdul Ghani, untuk melaksanakan peran besar yang diamanatkan pada Perkumpulan PTPN, perlu dilakukan penguatan pola induk dan anak perusahaan dan meningkatkan kompetensi sumber daya pribadi.

Ghani memaparkan pada tahun 2020 ini, peran Holding Perkebunan Nusantara yang sebelumnya sebagai Strategic Holding berubah menjadi Operational Holding.

Fungsi sempurna dan perencanaan strategis perusahaan, yakni seluruh keputusan terkait investasi (on farm dan off farm), kecendekiaan komoditi, portofolio bisnis, pengembangan bisnis baru, pemasaran, inisiatif optimalisasi dan divestasi aset, pendanaan dan tadbir kas, serta sumber daya bani adam dikendalikan sepenuhnya oleh Holding.

Sementara itu, anak kongsi fokus kepada kegiatan operasional dengan pengawasan dan evaluasi kinerja oleh Holding. Oleh karena itu, di struktur organisasi baru ini, pada setiap anak perusahaan hanya akan mempunyai satu direktur.

Wujud baru ini bertujuan untuk menciptakan soliditas organisasi yang kuat pada mencapai tujuan perseroan. Dengan demikian, PTPN Group diharapkan dapat bertambah siap dalam menghadapi tantangan bisnis ke depannya.

Ghani menjelaskan restrukturisasi ini krusial buat dilakukan mengingat besarnya peran PTPN Group terhadap perekonomian nasional. Saat ini, PTPN Group secara konsolidasi merupakan salah satu perusahaan perkebunan terbesar di dunia berdasarkan total lahan konsesi perkebunan seluas satu, 17 juta hektare.

Produk komoditas PTPN Group mencakup komoditas anak perusahaan yang beragam terdiversifikasi antara lain kelapa sawit, tebu, karet, teh, kopi, tembakau dan kakao, serta produk hilirnya masing-masing.

Berdasarkan keterangan per 31 Maret 2020, areal tanaman PTPN III (Persero) dan anak perusahaan didominasi oleh flora kelapa sawit seluas 593. 935 ha, tanaman karet seluas 146. 345 ha, tanaman tebu seluas 62. 583 ha serta areal teh 30. 512 ha.

Ghani menjelaskan bahwa alterasi bisnis ini merupakan serangkaian tingkatan yang telah dilakukan sejak berdirinya Holding pada tahun 2014, tetapi belum menunjukkan hasil yang optimal baik dari sisi kinerja operasional maupun keuangan.

Oleh karena itu, PTPN III (Persero) sebagai Holding Perkebunan Nusantara dengan merupakan induk usaha PTPN I, II, IV s/d XIV sudah menetapkan enam program prioritas dalam rangka transformasi bisnis, yaitu Operational Excellence, Restrukturisasi Organisasi dan Sumber Daya Manusia, Divestasi Aset, Optimalisasi Aset dan Kemitraan, Restrukturisasi Utang, serta Restrukturisasi Perusahaan.

“Jadi nantinya Holding memberikan perintah strategis serta melakukan pengawasan serta evaluasi, sedangkan anak perusahaan pokok mengelola kegiatan operasional dalam membikin komoditi yang telah ditetapkan Holding sehingga hasilnya akan lebih optimal, ” kata Ghani.

Berikut terlampir Susunan Direksi serta Senior Executive Vice President (SEVP) PTPN Group yang baru:

1. PTPN III (Persero) memiliki struktur SEVP Operation I Adi Fitria; SEVP Operation II Sudarma Bhakti Lessan; dan SEVP Business Support Suhendri
2. PTPN I Direktur Ahmad Gusmar Harahap; SEVP Operation Denny Ramadhan Nasution dan SEVP Business Support Faisal Ahmad;
3. PTPN II Direktur Marisi Butar-Butar; SEVP Operation Irwan Perangin-Angin; dan SEVP Business Support Budi Susanto;
4. PTPN IV Direktur Sucipto Prayitno; SEVP Operation I Rizal H. Damanik; SEVP Operation II Joni Raja Siregar dan SEVP Business Support Ryanto Wisnuardhy.
5. PTPN V Direktur Jatmiko Krisna Santosa; SEVP Operation Ospin Sembiring dan SEVP Business Support Rurianto;
6. PTPN VI Direktur M. Iswan Achir; SEVP Operation Eka Nugraha; dan SEVP Business Support Muhammad Zulham Rambe;
7. PTPN VII  Eksekutif Doni P. Gandamihardja; SEVP Operation I Fauzi Omar; SEVP Operation II Dicky Tjahyono Budi Prasetyo; dan SEVP Business Support Okta Kurniawan;
8. PTPN VIII  Direktur Mohammad Yudayat, SEVP Operation I Dian Hadiana Arief; SEVP Operation II Jhoni Halintar Pangapul Tarigan dan SEVP Business Support Hariyanto;
9. PTPN IX Direktur Tio Handoko; SEVP Operation Tri Septiono; dan SEVP Business Support Rudi Harjito;
10. PTPN X Direktur Aris Toharisman; SEVP Operation Dimas Eko Prasetyo; dan SEVP Business Support Slamet Djumantoro;
11. PTPN XI Direktur Dwi Satriyo Annurogol; SEVP Operation Agus Setiono dan SEVP Business Support Tulus Panduwidjaja;
12. PTPN XII  Direktur Siwi Peni; SEVP Operation Yudi Kristanto; dan SEVP Business Support Wien Irwanto;
13. PTPN XIII  Direktur Alexander Maha; SEVP Operation Tuhu Bangun; dan SEVP Business Support Sosiawan Hary Kristanto;
14. PTPN XIV  Direktur Gede Primanto Murdananto; SEVP Operation Edy Piter; dan SEVP Business Support Ahmad Diponegoro.

Baca juga: Bentuk satgas, PTPN III siapkan skenario “The New Normal”
Baca selalu: Bekas dirut PTPN III dituntut 6 tahun penjara
Membaca juga: PTPN III sesuaikan makna jual gula ikuti ketentuan Kemendag

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2020