Realisasi PEN bertambah Rp13, 5 triliun pada pekan pertama kuartal IV

Realisasi PEN bertambah Rp13, 5 triliun pada pekan pertama kuartal IV

Jakarta (ANTARA) – Dasar Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) mencatat realisasi kalender PEN bertambah Rp13, 5 triliun pada pekan pertama kuartal IV tahun ini.

“Pemerintah melalui Satgas PEN terus melakukan langkah-langkah percepatan realisasi program pemulihan ekonomi nasional. Antara lain dengan mempercepat proses usulan baru berbagai klaster serta realisasinya, redesignprogram agar bertambah efektif, dan mempercepat proses birokrasi program, ” ujar Ketua Dasar Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunadi Sadikin dalam informasi tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Menurut Budi, program untuk sektor UMKMterus dipercepat dan diperluas agar dapat menggali kondisi ekonomi masyarakat dan sekali lalu menjadi stimulus percepatan pergerakan ekonomi nasional.

Beberapa modus akselerasi realisasi program PEN yang dilakukan Satuan Tugas Pemulihan & Transformasi Ekonomi (Satgas PEN) dalam pekan pertama kuartal IV/2020 kembali mendorong penyerapan anggaran.

Per 7 Oktober 2020, sebab total anggaran PEN sebesar Rp695, 2 Triliun, realisasi penyerapan anggaran telah mencapai 47, 7 obat jerih atau Rp 331, 94 triliun, terjadi kenaikan Rp13, 47 triliun dari realisasi per 30 September 2020. Secara kumulatif, empat klaster program yang menjadi fokus Satgas PEN yaitu sektor perlindungan sosial, UMKM, Kementerian/Lembaga dan Pemda (K/L/D), serta pembiayaan korporasi, mencapai realisasi sebesar Rp 277, 68 Triliun.

Mengucapkan juga: Menperin: Kinerja manufaktur naik, dampak kebijakan PEN berjalan elok

Peresapan signifikan terjadi di sektor UMKM yaitu Program Bantuan Presiden (Banpres) Produktif Usaha Mikro. telah terserap 100 persen untuk tahap kausa bagi 9, 1 juta pelaku usaha mikro. Program yang memberikan hibah Rp 2, 4 juta kepada pelaku usaha mikro & kecil ini meningkat realisasinya sejumlah Rp4, 06 Triliun atau 14, 10 persen selama pekan pertama dan mulai melaksanakan perluasan rencana.

Realisasi anggaran PENA untuk sektor Kesehatan mencapai Rp25, 94 triliun per 7 Oktober, Perlindungan Sosial mencapai Rp159, 69 triliun, Sektoral Kementerian/Lembaga (K/L) serta Pemda telah direalisasikan Rp 27, 57 triliun, lalu sektor UMKM sudah terserap Rp 90, 42 triliun, dan sektor insentif usaha/pajak mencapai Rp28, 32 triliun. Zona Perlindungan Sosial dan UMKM menjelma sektor dengan penyerapan anggaran sempurna, masing-masing sebesar 78, 32 upah dan 73, 24 persen sebab total pagu anggaran Rp203, 90 Triliun dan Rp123, 46 Triliun.

Di sektor UMKM, terjadi kenaikan DIPA menjadi Rp28, 80 Triliun dari semula Rp22, 01 Triliun, untuk program Banpres Produktif Usaha Mikro, yang disebabkan adanya perluasan dari target 9, 1 juta menjadi 12 juta penerima manfaat yaitu para pelaku usaha mikro. Saat ini rencana tersebut telah memasuki pelaksanaan agenda perluasan untuk mencapai total 12 juta pelaku usaha mikro.

Baca pula: Airlangga: Program PEN diperkirakan capai 99-100 persen akhir tahun

Berbagai program yang merupakan bentuk dukungan negeri terhadap kegiatan usaha untuk melestarikan perekonomian sektor UMKM ini, langsung dijalankan dengan sinergi oleh bermacam-macam Kementerian, lembaga dan pemangku perhatian lainnya, yang terus diupayakan mencapai realisasi penuh di akhir tarikh 2020 bersama dengan program-program Perbaikan Ekonomi Nasional lainnya.

Saat ini, Satgas PEN selalu tengah menyiapkan implementasi program Bantuan Subsidi Gaji bagi tenaga pendidik honorer, Bantuan Subsidi Upah untuk pekerja mandiri, dan pembiayaan korporasi yang direncanakan mulai berjalan dalam akhir bulan Oktober ini. Selain itu, menuju akhir tahun 2020, Budi Gunadi Sadikin menyatakan hendak memperkuat dan menajamkan pelaksanaan realisasi penyerapan, seperti perpanjangan program, maupun percepatan proses usulan baru sebab setiap klaster dalam upaya realisasi penyerapan hingga 100 persen.

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020