Presiden Jokowi minta bantuan langsung tunai ke masyarakat dipercepat

Presiden Jokowi minta bantuan langsung tunai ke masyarakat dipercepat

Kita masih punya waktu sampai simpulan September 2020 untuk meningkatkan daya ungkit kita, meningkatkan daya kulak masyarakat, meningkatkan konsumsi rumah tangga dalam kuartal ketiga ini sebab itu saya minta seluruh program insentif yang sifatnya cash t

Jakarta (ANTARA) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pembagian seluruh bantuan sosial langsung tunai kepada masyarakat dipercepat untuk memajukan daya beli pada  kuartal III 2020.

Presiden Jokowi pada rapat terbatas melalui telekonferensi video di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, mengatakan saat ini sudah menuju akhir September 2020, yang merupakan akhir dari kuartal III 2020 atau momentum pemulihan ekonomi, sehingga seluruh stimulus untuk menggerakkan perekonomian masyarakat harus disalurkan.

“Kita masih punya waktu sampai akhir September 2020 untuk memajukan daya ungkit kita, meningkatkan daya beli masyarakat, meningkatkan konsumsi vila tangga dalam kuartal ketiga tersebut karena itu saya minta seluruh program insentif yang sifatnya cash transfer agar benar-benar diperhatikan, dipercepat, ” ujar Presiden Jokowi.

Baca juga: Legislator: Utamakan bansos secara tunai biar RI terhindar dari resesi

Kuartal III 2020 merupakan momentum pemulihan ekonomi sekaligus kesempatan Indonesia untuk menghindari fase resesi ekonomi. Di kuartal II 2020, ekonomi Indonesia terkoreksi hingga ke level minus 5, 32 persen. Jika Indonesia kembali mengalami pertumbuhan ekonomi negatif dalam kuartal III 2020, Indonesia memasuki fase resesi.

Tersedia beberapa bantuan sosial yang dikasih pemerintah selama enam bulan era pandemi COVID-19 antara lain, bantuan sembako, bantuan sosial tunai, serta Bantuan Langsung Tunai Dana Tempat, yang merupakan pengalihan sebagian taksiran kepada keluarga penerima manfaat (KPM).

Menangkap juga: Presiden: Penanganan COVID-19 nasional jangan dibandingkan negara lain

Kemudian, ada juga bantuan diskon hingga penggratisan tarif listrik, subsidi melalui Surat Prakerja, bantuan subsidi gaji pada pekerja dengan gaji di bawah Rp5 juta, dan Bantuan Kepala (Banpres) Produktif kepada usaha mikro kecil sebesar Rp2, 4 juta.

Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020