Perluas penyaluran KUR UMKM, pemerintah gandeng empat platform digital

Perluas penyaluran KUR UMKM, pemerintah gandeng empat platform digital

Di situasi ini kita berharap platform digital dengan ‘merchant-merchant’-nya bisa menjelma selain sebagai akselerator

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Koordinator Tempat Perekonomian menggandeng empat platform digital yaitu Gojek, Grab  Indonesia, Tokopedia, dan Shopee Indonesia untuk memperluas penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) bagi UMKM.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan hal ini sekaligus upaya pemerintah meningkatkan peran UMKM sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi.

“Dalam situasi ini kita berharap maklumat digital dengan merchant merchant- nya bisa menjadi selain sebagai akselerator juga memfasilitasi UMKM & merchant bisa naik kelas, ” katanya di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Menko Airlangga: Realisasi KUR hingga Agustus capai Rp103, 17 triliun

Airlangga menuturkan penyaluran KUR kepada UMKM dalam empat platform digital tersebut akan dilakukan oleh tiga bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) yaitu BNI, BRI, dan Bank Sendiri.

Ia optimistis meniti kerja sama antara pemerintah, empat platform digital, dan tiga bank Himbara  dapat mendorong pencapaian bahan penyaluran KUR tahun ini sebesar Rp190 triliun.

“Kita ketahui di sektor digital tersebut juga tumbuh positif walaupun e mobility itu terganggu, ujarnya.

Airlangga menguatkan pemerintah memprioritaskan pemulihan UMKM karena sangat berkontribusi untuk perekonomian nasional yaitu mencapai 61, 1 komisi dan menyerap 97 persen gaya kerja atau 116, 9 juta orang.

Oleh pokok itu, ia mengatakan pemerintah menyimpan anggaran sebesar Rp123, 46 triliun dari total Rp695, 2 triliun pada program PEN khusus buat mendorong keberlangsungan UMKM di sedang pandemi.

Ia menyatakan pemerintah memberikan pelonggaran kebijakan KUR berupa tambahan subsidi bunga sejumlah 6 persen sampai Desember 2020 sehingga suku bunga KUR di dalam 2020 menjadi nol persen buat semua jenis skema KUR.

Pelonggaran kebijakan KUR merupakan penundaan angsuran pokok KUR dengan jangka waktu paling lama 6 bulan, relaksasi ketentuan restrukturisasi KUR, dan relaksasi pemenuhan persyaratan tata laksana dalam proses pengajuan KUR.

Sementara itu, Deputi Dunia Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Iskandar Simorangkir menjelaskan total KUR yang disalurkan oleh ketiga bank tersebut pada Rabu ini mencapai Rp31, 08 miliar kepada 294 debitur UMKM di empat mitra platform digital.

Ia merinci penyaluran KUR bagi UMKM mitra Gojek sebesar Rp4, 72 miliar diberikan kepada 45 UMKM, bagi UMKM mitra Grab Indonesia sebesar Rp6, 5 miliar, Tokopedia sebesar Rp9, 31 miliar kepada 116 UMKM, dan Shopee Indonesia Rp10, 55 miliar kepada 71 UMKM.

“Tentunya, itu baru awal karena jumlah mitra mereka yang jutaan. Kami langsung dorong jangan berhenti di sini dan kami kembangkan ke semesta merchant dari platform digital, ” tegasnya.

Realisasi tersebut menambah kinerja penyaluran KUR dari Januari sampai 18 September 2020 dengan telah mencapai Rp111, 21 triliun atau 58, 53 persen lantaran target penyaluran KUR 2020 Rp190 triliun yang diberikan kepada 3, 28 juta debitur.

Penyaluran KUR itu juga diikuti dengan kualitas yang terjaga dengan baik yakni tercermin dengan tingkat NPL KUR sebesar 0, 87 persen pada posisi September 2020.

Mengucapkan juga: KKP dorong percepatan penyaluran modal KUR sektor perikanan
Baca juga: Menkeu: Subsidi bunga KUR Super Mikro butuhkan anggaran Rp760 miliar

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020