Paus Fransiskus rayakan Misa Malam Natal secara sederhana

Paus Fransiskus rayakan Misa Malam Natal secara sederhana

Vatikan (ANTARA) – Paus Fransiskus merayakan Misa Malam Natal secara sederhana pada tengah pandemi virus corona dan mengatakan orang harus merasa berkewajiban untuk membantu yang membutuhkan sebab Yesus sendiri terlahir sebagai orang buangan yang miskin.

Ibadat diadakan pada Kamis (24/12) suangi di bagian belakang Basilika Santo Petrus dengan dihadiri oleh invalid dari 100 peserta serta hanya beberapa kardinal dan uskup.

Misa biasanya diadakan di bagian utama basilika tersebut dan dihadiri hingga 10. 000 orang, termasuk korps diplomatik yang mewakili hampir 200 negara.

Semua orang, kecuali Paus Fransiskus dan para anggota kelompok mungil paduan suara, mengenakan masker semasa Misa, yang dimulai dua tanda lebih awal dari biasanya sehingga sejumlah orang yang hadir dapat kembali ke rumah pada jam 22. 00

“Anak Allah dilahirkan sebagai orang buangan, untuk memberi tahu kita bahwa setiap orang yang terbuang ialah anak Allah, ” kata Paus Fransiskus.

Paus Fransiskus mengatakan Natal harus membuat pada setiap orang merenungkan “ketidakadilan kita terhadap begitu banyak saudara dan saudari kita” alih-alih mengejar “keinginan tidak berujung kita untuk memiliki” dan kesenangan sesaat.

“Tuhan datang di antara kita pada kemiskinan dan kebutuhan, untuk meluluskan tahu kita bahwa dalam melayani orang miskin, kita akan membuktikan cinta kita kepadanya, ” kata pendahuluan Paus berusia 84 tahun itu, yang merayakan Natal kedelapan sebagai seorang paus.

Di Jumat, Paus akan membacakan pesan “Urbi et Orbi” (ke kota dan dunia) dari sebuah balairung di dalam Vatikan –bukan dari teras pusat Lapangan Santo Petrus. Perihal tersebut biasanya menarik kehadiran puluhan ribu orang.

Bangsa Italia berada di bawah penguncian nasional untuk sebagian besar semasa liburan Natal dan Tahun Perdana. Toko-toko nonesensial akan tutup antara 24-27 Desember, 31 Desember-3 Januari, serta 5-6 Januari.

Pada hari-hari ini, orang diperbolehkan melakukan perjalanan hanya untuk order, kesehatan, atau alasan darurat.

Pembatasan tersebut berarti masyarakat tidak akan dapat pergi ke Lapangan Santo Petrus atau basilika.

Semua acara kepausan antara 24 Desember dan enam Januari berlangsung di dalam ruangan secara terbatas atau tanpa partisipasi publik dan disiarkan langsung pada internet dan di televisi.

Sumber: Reuters

Baca juga: Pada pesan Natal, Paus sebut pelihara migran hingga panggilan perdamaian

Baca juga: Paus tegaskan lagi dukungan solusi dua negara dalam Palestina

Baca juga: Sopir taksi dan kernet berbulu ramaikan Natal pada Kolombia

 

Menag hadiri Ibadat Malam Natal di Semarang

Penerjemah: Azis Kurmala
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020