Panglima TNI tegaskan perbedaan politik tanpa pudarkan persatuan

Panglima TNI tegaskan perbedaan politik tanpa pudarkan persatuan

Jangan terpancing dengan berbagai isu hoaks dengan dapat mengganggu persatuan dan kebulatan

Timika (ANTARA) – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menegaskan perbedaan pilihan politik semasa kontestasi Pilkada Serentak 2020 yang berlangsung di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di wilayah Papua dan Papua Barat, hendaknya tidak sampai membuat persatuan dan satuan di antara masyarakat setempat semakin memudar.

Pesan itu disampaikan Panglima TNI saat menggelar tatap muka dengan para tokoh kelompok, tokoh agama, dan tokoh adat di wilayah Provinsi Papua serta Papua Barat, di Hotel Rimba Papua Timika, Sabtu.

“Bapak Panglima menyampaikan bahwa memperlawankan dalam politik jangan sampai menghasilkan persatuan dan kesatuan kita sebagai anak bangsa memudar. Jangan terperangkap dengan berbagai isu hoaks yang dapat mengganggu persatuan dan kebulatan kita, ” pesan Panglima TNI yang disampaikan melalui Kapuspen TNI Mayjen TNI Achmad Riad pada wartawan di Timika.

Dalam pertemuan dengan para tipu Papua itu, Panglima TNI Hadi Tjahjanto didampingi Irwasum Polri Irjen Pol Agung Budi Maryoto.

Lebih lanjut Marsekal Hadi mengharapkan adanya kedewasaan sikap di berpolitik, berdemokrasi dan menyampaikan iktikad.

“Semua komponen bangsa yang ikut terlibat dalam penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 harus menimbrung terlibat membangun iklim demokrasi yang lebih baik, sehingga pada kesimpulannya agenda pilkada bisa sukses. Pucuk dari pesta demokrasi itu, yakni sesuatu yang fundamental bagi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat, ” kata Marsekal Hadi.

Panglima TNI menegaskan bahwa daerah Papua dan Papua Barat ialah bagian tidak terpisahkan dari NKRI, mengingat kedua provinsi di ufuk timur Indonesia itu memiliki beraneka macam potensi tetapi juga tantangan yang harus dapat dikelola secara tertib dengan melibatkan seluruh elemen klub setempat.

Peran para-para tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama di Papua, introduksi Panglima TNI, sangat penting pada menjaga dan menciptakan suasana tenang di tengah situasi yang terjadi dewasa ini, sekaligus menjadi jembatan antara pemerintah dengan masyarakat.

Nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Papua harus tetap dijaga serta terus dipelihara.

Terbitnya Keppres Nomor 20 Tahun 2020 tentang Tim Koordinasi Terpadu Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Papua Barat yang diketuai oleh Wakil Presiden Ma’ruf Mengabulkan merupakan bukti keseriusan pemerintah buat mengutamakan pendekatan kesejahteraan sebagai jalan utama menyelesaikan beberapa permasalahan di Provinsi Papua dan Papua Barat.

“Kita semua berjuang untuk terus meningkatkan kualitas masyarakat Papua dan Papua Barat meniti peningkatan kualitas pendidikan, peningkatan kualitas kesehatan, lapangan pekerjaan dan kualitas kehidupan agar masyarakat Papua dan Papua Barat lebih berperan dalam membangun daerahnya, ” kata Pemimpin TNI pula.
Baca juga: Panglima TNI menjemput tokoh Papua cegah penularan COVID-19
Baca juga: Panglima TNI dan Kapolri gelar pertemuan tertutup di Timika

Pewarta: Evarianus Supar
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020