menparekraf-upayakan-percepatan-distribusi-dana-hibah-pariwisata-bip-1

Menparekraf upayakan percepatan distribusi Sedekah Hibah Pariwisata & BIP

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengupayakan percepatan distribusi dana mendermakan pariwisata serta Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) 2021 untuk membantu pebisnis pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak pandemi COVID-19.

Pemberian hibah pariwisata yang mau dibagikan memiliki nilai Rp3, 7 triliun, sementara untuk dana BIP 2021 dianggarkan sebesar Rp60 miliar dan masih dalam tahapan seleksi dan kurasi penerima motivasi.

“Kami terus berupaya agar dana itu bisa dialokasikan dengan tepat sasaran, tepat manfaat, serta berkeadilan, serta menyentuh mayarakat yang membutuhkan, ” prawacana Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno dalam keterangannya, Senin.

Baca juga: Penyiapan dana hibah pariwisata 2021 masuki tahap akhir

Baca pula: Menparekraf siapkan dana pemberian Rp3, 7 triliun buat pariwisata NTB

Selain dua bentuk sandaran itu, Kemenparekraf juga menyiapkan usulan bantuan baru bertanda Bantuan Pemerintah Khusus (Banpersus) yang diharapkan disetujui jadi dapat memberikan dorongan kepada pegiat parekraf yang betul-betul terdampak pandemi COVID-19.

Di samping itu, bantuan itu diharapkan bisa diimplementasikan untuk meningkatkan karakter layanan dan penerapan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Enviromental Sustainability).

Isyarat mengatakan Kemenparekraf akan langsung memberikan pelatihan dan pendampingan secara digital meski pada tengah Pemberlakuan Pembatasan Kesibukan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Para pelaku parekraf diajarkan agar bisa berguna dan menghasilkan produk-produk kreatif meski tetap berada pada dalam rumah mengikuti PPKM darurat.

Pada tengah PPKM darurat, Kemenparekraf berharap agar para pelaku parekraf dapat menaati patokan yang berlaku guna mempercepat penurunan angka penyebaran urusan COVID-19 yang akhir-akhir ini terus meningkat.

Kemenparekraf bahkan menunda perut programnya yaitu “Work From Bali” dan Wisata Vaksin demi mendorong aturan PPKM darurat yang mengharuskan karakter menghindari kerumunan dan menekan mobilitas.

“Saat ini memang terasa laksana pil pahit, ini tentu masa- masa sulit, Akan tetapi kita berharap ini tak akan menjadi sesuatu yang berkepanjangan. Tentu setelah angka COVID-19 berhasil kembali dikendalikan sektor parekraf bisa balik menggeliat, ” kata Sandi.

Mengaji juga: Menparekraf: Biro kunjungan dapat dana hibah pariwisata tahun ini

Baca selalu: 271 hotel dan restoran Kota Yogyakarta terima pemberian hibah pariwisata

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021