Menlu Retno ajak umat bersama memenangkan jihad melawan COVID-19

Menlu Retno ajak umat bersama memenangkan jihad melawan COVID-19

Menumbuhkan solidaritas global juga menjadi arah penting dari semangat pemerintah Indonesia dalam rangka membangun perdamaian dunia dan keadilan sosial, yang era ini dibutuhkan di tingkat universal,

Jakarta (ANTARA) – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengundang umat Muslim bekerja sama buat memenangkan jihad melawan pandemi COVID-19, yang telah berdampak terhadap kesibukan masyarakat di 215 negara & teritori dunia.

“Kita seluruh harus mengambil peran dalam memimpin peperangan besar ini. Saya tetap dengan sinergi yang kuat, kebersamaan yang tulus, kolaborasi yang jujur, kita dapat memenangkan jihad itu, ” kata Retno dalam Silaturahim Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ustazah (PCINU) Sedunia secara virtual dari Jakarta, Selasa.

Jihad yang dimaksud Retno adalah perjuangan melawan virus corona baru dengan menyebabkan penyakit COVID-19 dan cara menghadapi kemunduran ekonomi sebagai pengaruh wabah tersebut.

Semenjak COVID-19 mewabah, pemerintah Indonesia khususnya Kemlu telah memfokuskan kembali prioritas kebijakan luar negeri, salah satunya dengan memperkuat perlindungan WNI pada luar negeri.

Baca juga: COVID-19 siap alarm untuk perkuat sistem multilateralisme
Baca juga: Indonesia usulkan kolaborasi sektor swasta untuk penuhi pasokan medis

Upaya ini telah dilakukan melalui pemantauan kondisi kesehatan para WNI, merepatriasi ratusan ribu WNI yang terdampak COVID-19, serta menyampaikan bantuan bahan pangan dan peralatan kesehatan bagi para WNI.

Namun, Retno menjelaskan, jalan tersebut perlu didukung oleh pola masyarakat dan organisasi keagamaan semacam NU yang memiliki cabang sempurna di 31 negara.

Sejauh ini, PCINU telah membantu upaya perlindungan WNI di sebanyak negara.

Di Malaysia, PCINU dan Badan Otonom NU seperti Pemuda Anshor, Banser Fatayat, dan Muslimat ikut mendistribusikan puluhan ribu paket sembako kepada WNI yang membutuhkan.

PCINU di Belanda menyediakan jasa diskusi kesehatan bersama dokter secara daring dan gratis bagi WNI semasa pandemi, sedangkan PCINU Korea Daksina telah menjadi salah satu orkes terdepan dalam pendistribusian masker & bahan kebutuhan pokok.

Sementara PCINU di bawah alam PPI Turki menyelenggarakan konser irama daring sambil menggalang dana untuk membantu mahasiswa.

“Ke depannya saya berharap kerja sama antara Kemlu, perwakilan RI pada luar negeri, PBNU, dan berbagai badan otonom NU lainnya termasuk PCINU di 31 negara mampu terus diperkuat, ” kata Menlu Retno.

Menurut Kepala Umum PBNU Said Aqil Siroj, kerja sama antara Kemlu serta jaringan PCINU ditujukan untuk mendirikan solidaritas global di tengah pandemi COVID-19.

Solidaritas ijmal itu bisa dimulai melalui langkah-langkah strategis dalam menyediakan bantuan kemanusiaan dan amal, bekerja sama dengan perwakilan RI untuk memaksimalkan program-program bantuan bagi para WNI pada luar negeri.

“NU ingin bersama Kemlu membangun simpati global melalui KBRI/KJRI maupun jaringan PCINU untuk program kemanusiaan, perdamaian, ataupun agenda second track diplomacy dengan dirancang bersama, ” kata Said Aqil.

“Menumbuhkan solidaritas global juga menjadi bagian istimewa dari semangat pemerintah Indonesia di dalam rangka membangun perdamaian dunia & keadilan sosial, yang saat itu dibutuhkan di tingkat internasional, ” ia menegaskan.

Baca juga: Respons pandemi, Menlu serukan peningkatan kerja serupa internasional
Baca juga: Menlu sebut COVID-19 perdalam kesenjangan kurun negara kaya, miskin

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020