Menko PMK: Pembangunan manusia dimulai sejak prenatal dan ASI

Menko PMK: Pembangunan manusia dimulai sejak prenatal dan ASI

Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator tempat Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof Muhadjir Effendy mengatakan proses pembangunan manusia dimulai sebab tahapan prenatal dan pemberian minuman susu ibu (ASI) di 1. 000 hari pertama kehidupan.

“Untuk itu ada beberapa rencana utama pemerintah di antaranya penurunan angka stunting dalam upaya pembangunan manusia, ” kata dia masa menjadi pembicara kunci pada rangkaian kegiatan peringatan Hari Anak 2020 yang diselenggarakan oleh Kongres Wanita Indonesia (Kowani) di Jakarta, Selasa.

Muhadjir Effendy mengatakan upaya penurunan angka stunting menjelma penting sekali di samping pemberian asupan gizi yang bermutu bagi ibu-ibu hamil.

Baca juga: Menko PMK: Protokol kesehatan wujud pengorbanan melayani COVID-19

Bahkan, pencegahan stunting dan mas gizi bermutu tersebut menjadi kalender utama dari pemerintah saat ini. Sebab, awal mula pembangunan bani adam berawal dari tahapan 1. 000 hari kehidupan pertama.

Namun, ujar dia, sebelum meresap pada tahapan 1. 000 hari kehidupan pertama tersebut, terdapat agenda perencanaan keluarga. Oleh karena itu harus ada bimbingan rumah nikah bagi calon pengantin baru dengan juga menjadi program utama Kemenko PMK.

“Tapi karena sekarang lagi suasana COVID-19 terdesak kita tunda, ” katanya.

Ia mengatakan dengan membekali calon-calon pengantin baru terkait kesehatan keluarga, kesehatan reproduksi, ekonomi puak dan sebagainya maka diharapkan sendi tangga baru siap dalam merancang generasi Indonesia yang unggul sesuai arahan Presiden.

Baca juga: Menko PMK: Perlindungan anak tentukan keberhasilan Nusantara emas

Sementara itu, Ketua Umum Kowani Dr Giwo R Wiyogo pada sambutannya mengatakan kegiatan tersebut masih dalam rangkaian Hari Anak dengan telah berlalu pada 23 Juli 2020 dengan tema Peran Istimewa Guru Paud di masa pandemi COVID-19.

Ia mengutarakan anggota yang tergabung di pola Kowani sejatinya dapat menjadi medium dan pendidik yang pertama & utama di dalam keluarga terhadap tumbuh kembang anak.

“Layanan pendidikan anak usia dini merupakan bagian dari pencapaian haluan pendidikan dan kebudayaan, ” perkataan dia.

Hal tersebut sebagaimana diatur peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang pelayanan Paud sebagai bagian dalam upaya memajukan ekosistem pendidikan yang membangun dunia belajar yang nyaman, aman & menyenangkan bagi anak saat menelaah.

Baca juga: Alternatif beri ASI periode pandemi COVID-19 jika sulit menyusui langsung
Baca juga: Kowani: Peran ibu memperkokoh ketahanan moral keluarga saat pandemi
Menangkap juga: Kowani ajak tokoh topang pemerintah hadapi era adaptasi konvensi baru

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020