menko-luhut-pemerintah-bertahap-bakal-pensiunkan-pembangkit-batu-bara-1

Menko Luhut: Pemerintah bertahap bahan pensiunkan pembangkit batu panas

Perbankan universal pun tidak mau mendanai energi fosil

Jakarta (ANTARA) – Menteri Pemimpin (Menko) Bidang Kemaritiman & Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah Indonesia secara bertahap akan memberhentikan operasional pembangkit listrik berbahan bakar batu bara dan pokok mengembangkan Energi Baru & Terbarukan (EBT).

Pada gelaran Indonesia Investment Forum (IIF) 2021 yang digelar KBRI London secara daring, Kamis, Menko Luhut mengungkapkan saat ini energi fosil, termasuk batu bara sudah menjadi musuh bersama.

“Indonesia punya daya besar di bidang gaya terbarukan karena sekarang itu kelihatannya fossil energy itu sudah menjadi musuh bersama. Secara bertahap pemerintah Nusantara juga akan mempensiunkan powerplant batu bara, ” prawacana Menko Luhut.

Baca pula: Konversi pembangkit batu tidak keruan, PLN butuh 8 juta ton sampah/tahun

Terlebih era ini, lanjut dia, tak ada lagi lembaga keuangan dunia yang mau mendanai pengembangan pembangkit fosil yang tidak ramah lingkungan itu.

“Perbankan universal pun tidak mau mendanai energi fosil, ” perkataan Menko Luhut.

Salah satu alasan gaya fosil sudah tak sedang dilirik, kata dia, karena penggunaannya terus memicu pemanasan global.

“Pemanasan global yang sekarang mewujudkan bumi ini makin radang. Kalau sampai naik 1, 5 derajat (celsius), tersebut akan punya dampak dengan tidak bagus, ” cakap Menko Luhut.

Baca selalu: Kementerian ESDM targetkan 2021 kapasitas pembangkit EBT tambah 978 MW

Keinginan pemerintah untuk fokus menggarap energi baru dan terbarukan kerap diungkapkan Menko Luhut Pandjaitan. Salah satu proyek yang sering ia sebut yaitu order kawasan industri hijau terintegrasi berbasis hydropower yang mau dibangun di Kalimantan Mengetengahkan.

Kawasan pabrik yang luasnya mencapai 12. 500 hektare itu, patuh dia, merupakan salah utama kawasan industri hijau terbesar di dunia.

“Kita akan memiliki integrated industry berbasiskan hydropower dalam Kalimantan Utara. Ini merupakan satu integrated industry yang mungkin paling besar di dunia. Luasannya ada 12. 500 hektare. Kita berharap groundbreaking akan bisa dikerjakan tahun ini, dan tersebut ada sekitar 11 ribu MW yang akan mampu digunakan, ” kata Menko Luhut.

Ia menjelaskan pembangunan kawasan pabrik hijau sejalan dengan bahan pemerintah untuk bisa menyentuh net zero emission (nol emisi karbon/bebas karbon) pada 2060.

Baca juga: Luhut ungkap proyek kawasan pabrik hijau terbesar dunia di Kaltara

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021