menko-airlangga-program-pesantrenpreneur-bangun-kemandirian-ekonomi-1

Menko Airlangga: Program Pesantrenpreneur bangun kemandirian ekonomi

UU Cipta Kerja diimplementasikan untuk menyerap tenaga kegiatan dan meningkatkan kesejahteraan bangsa sekaligus mendorong terjadinya pembaruan struktural dan meningkatkan status SDM

Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator Dunia Perekonomian Airlangga Hartarto mengucapkan program Pesantrenpreneur menjadi cara untuk membangun kemandirian ekonomi pesantren dan peningkatan keahlian santri yang bisa menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

“Program Pesantrenpreneur juga diharapkan dapat mendorong tumbuhnya kemerdekaan ekonomi pondok pesantren dan juga sebagai penggerak ekonomi masyarakat sekitar lingkungan pondok, ” kata Menko Airlangga dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu.

Menko Airlangga menyampaikan seorang santri di dalam generasi saat ini haruslah memiliki jiwa kewirausahaan, mempunyai keterampilan atau skill terbatas yang dibutuhkan masyarakat, arif dan dapat memanfaatkan peluang, memanfaatkan jaringan untuk berangkulan, dan mampu menggunakan teknologi.

Menurutnya, jadi institusi yang berasal sebab masyarakat dan berada dalam tengah-tengah masyarakat, keberadaan pondok selain memberikan pendidikan keislaman, pesantren juga harus menjadi institusi yang dapat memberdayakan masyarakat, terutama di bidang ekonomi.

Pesantrenpreneur dapat memanfaatkan berbagai kemudahan yang ada seperti menawarkan produknya melalui UKM Mart, menawarkan jasa seperti membuka pom bensin mini, beserta pesantren juga dapat memakai kelembagaan usaha melalui Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) yang saat ini proses pendiriannya dipermudah sebagaimana diatur pada UU Cipta Kerja.

“UU Cipta Kerja diimplementasikan untuk menyerap gaya kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong terjadinya reformasi struktural dan meningkatkan kualitas SDM, ” perkataan Airlangga.

Nusantara menduduki posisi ke-6 terbesar industri halal pada tahun 2020 dan menduduki urutan ke-7 total asset keuangan syariah terbesar di negeri dengan nilai 99 miliar dolar AS pada tahun 2019. Dengan posisi strategis tersebut, Indonesia memiliki daya yang besar dalam perluasan ekonomi syariah melalui pemberdayaan kemandirian pesantren, pembangunan industri halal, kerja sama perniagaan produk halal, dan kesepadanan standar dan akreditasi halal global.

Tetapi rasio kewirausahaan Indonesia sedang rendah yakni sebesar 3, 47 persen dari mutlak populasi. Selain itu, wirausahawan Indonesia juga didominasi sebab pelaku usaha di leler 25-34 tahun. Pemerintah berkomitmen untuk terus bekerjasama dengan seluruh stakeholder dalam menggelar ekosistem syariah berbasis pondok pesantren. Komitmen tersebut akan membantu dalam mewujudkan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.

“Pemuda yang berkualitas tinggi akan memiliki kedudukan penting sebagai game changer sehingga dapat mendorong kesibukan kewirausahaan dan mempercepat penciptaan lapangan kerja, ” tuturnya.

Baca juga: Kemenperin konsisten gulirkan program Santripreneur
Baca juga: Erick Thohir terkesan dengan jiwa wirausaha para santri
Mengucapkan juga: Hutama Karya libatkan UMKM dalam program Pondok Mandiri Pangan Riau

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021