Menkeu minta AAIPI pastikan tak ada kompromi belanja uang negara

Menkeu minta AAIPI pastikan tak ada kompromi belanja uang negara

Saya senang dan tenang karena saya punya internal auditor dengan akan menjaga

Jakarta (ANTARA) – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta Asosiasi Auditor Intern Pemerintah Indonesia (AAIPI) memastikan honorarium, yang menggunakan uang negara tak dikompromikan di tengah penyesuaian cara kerja baru akibat pandemi COVID-19.

“Itu tugas kita saat ini dan Anda (AAIPI) bertugas mengawalnya, memberikan assurance bahwa tujuannya tidak dikompromikan oleh karena adanya cara kerja baru, ”  kata Sri Mulyani dalam Rapat Kerja Nasional  AAIPI  secara virtual di Jakarta, Rabu.

Menyuarakan juga: Menkeu: Belanja pemerintah 2021 fokus pulihkan ekonomi dan asosiasi

Menurut dia, tugas auditor intern pemerintah era ini bertambah berat karena pandemi mengubah semua hal termasuk jalan kerja yang mendorong pemerintah harus lebih fleksibel, cepat, dan teliti, namun, di sisi lain fleksibilitas itu juga memiliki risiko.

Dari sisi belanja negara misalnya, akibat pandemi mendorong pengeluaran lebih besar mencapai sekitar Rp2. 750 triliun, yang sebanyak Rp695, 2 triliun di antaranya dialokasikan untuk belanja penanganan COVID-19 serta pemulihan ekonomi.

Penggunaannya pun, lanjut dia, melalui banyak program mulai dari bantuan baik, diskon listrik, menempatkan dana di perbankan, bantuan langsung ke asosiasi baik uang tunai maupun sembako hingga insentif perpajakan.

Bahkan, Sri Mulyani mengakui tahu resah, memastikan agar keuangan negeri itu benar-benar sesuai dengan maksudnya.

“Maka, saya suka dan tenang karena saya memiliki internal auditor yang akan menjaga. Inilah tatanan norma baru dengan hadir, dijawab oleh AAIPI, ”  katanya.

Untuk itu, ia meminta auditor internal pemerintah memetakan peta risiko dan kaidah kelola dari institusi pemerintah dengan saat ini sedang menangani COVID-19 dan membantu memulihkan ekonomi.

Sementara itu, di pusat penyesuaian cara kerja menggunakan teknologi seperti menggunakan aplikasi Zoom, Menkeu meminta agar para auditor privat ini tetap menjamin kualitas, sanggup mendeteksi risiko, dan menjaga peraturan kelola.

Ia juga mendorong AAIPI melakukan perbaikan nilai auditor agar tidak meninggalkan kepribadian dan terjadi peningkatan kompetensi, cermin pemikiran yang kritis, dan telaah data yang tajam.

“Pandemi merupakan game changer , mengubah segala kejadian, menambah tingkat risiko dan risiko terhadap tata kelola tapi pula memberikan kesempatan baru untuk membangun tata kelola dan manajemen efek baru yang lebih baik, ” katanya.

Baca juga: KPK kawal perkiraan vaksinasi COVID-19 agar tak muncul kerugian negara
Baca juga: Menkeu revisi proyeksi ekonomi RI 2020 tumbuh negatif 2, 2-1, 7 persen

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020