menkes-odgj-penting-jadi-prioritas-penerima-vaksin-covid-19-1

Menkes: ODGJ penting jadi pengutamaan penerima vaksin COVID-19

Mereka merasa lebih tenang sehingga kekhawatiran tersebut tidak perlu ada

Bogor (ANTARA) – Gajah Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyatakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) istimewa menjadi prioritas sasaran penyambut vaksin COVID-19 pada vaksinasi nasional.

“Akan lebih baik jika memberikan preferensi kepada ODGJ sasaran penerima vaksin COVID-19, ” katanya  saat meninjau vaksinasi pada ODGJ  di Rumah Lara Jiwa Marzoeki Mahdi (RSJMM) Kota Bogor, Selasa.

Ia menjelaskan  ODGJ penting menjadi sasaran penerima vaksin karena sebenarnya itu pada umumnya  memiliki komorbid  yang banyak, sehingga jika terkena COVID-19 dampaknya lebih beresiko dari pada orang normal.

“Saya tadi diberi tahu sebab Dirut RSJMM, soal ODGJ memiliki komorbid banyak, ” katanya.

Sifat menambahkan sebelumnya ada kekhawatiran kalau ODGJ disuntik vaksin akan berteriak dan jadi berlari.

“Tapi tenaga kesehatan di RSJMM meyakinkan bahwa ODGJ sudah dirawat di RSMM sekian lama. Mereka merasa bertambah tenang sehingga kekhawatiran itu tidak perlu ada, ” katanya.

Baca juga: Jalan melindungi warga lanjut leler dari risiko penyakit

Dia juga menyebut vaksinasi COVID-19 kepada ODGJ di RSMM Kota Bogor sebagai yang pertama di Indonesia. Pengamalan vaksinasi COVID-19 kepada ODGJ seperti ini juga akan dilakukan di rumah melempem jiwa lainnya di Nusantara.

“Pelaksanaan vaksinasi di RSJMM ini adalah contoh yang baik, ” katanya.

Penasihat Utama RSJMM  Kota Bogor  Fidiansjah  mengatakan  RSJMM saat ini merawat 90 ODGJ. Dari jumlah tersebut, 34 ODGJ yang dinyatakan mentalya telah stabil divaksinasi COVID-19.

Ia menjelaskan  ODGJ itu mengalami beberapa fase, ada fase akut, fase stabil, dan fase rehabilitasi.

“ODGJ yang divaksinasi adalah ODGJ yang telah mencapai fase stabil dan rehabilitasi, ” katanya.

RSJMM  Kota Bogor juga berencana memberikan vaksinasi kepada sekitar 1. 000  ODGJ yang telah selesai menjalani rehabilitasi di RSJMM dan telah kembali kepada keluarganya.

Baca juga: Program Vaksinasi Mengangkat Royong sudah mencakup 1. 933 pekerja di Bekasi
Baca juga: Surakarta gandeng pihak ketiga untuk percepat vaksinasi warga lansia
Baca juga: 2. 060 pelaku usaha wisata di Puncak Bogor jalani vaksinasi

Pewarta: Riza Harahap
Editor: M. Keadaan Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021