Menhub: Pandemi COVID-19 ancam kebangkrutan industri penerbangan

Menhub: Pandemi COVID-19 ancam kebangkrutan industri penerbangan

Dua maskapai Eropa, Luthfansa dan Air France Prancis terancam gulung tikar. Kemudian Thai Airways lakukan penggantian operasi bulan ini karena lockdown di Thailand

Jakarta (ANTARA) – Gajah Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebutkan pandemi COVID-19 mengancam deklinasi industri penerbangan, terutama maskapai.

“Pandemi merupakan masa suram untuk berbagai bisnis, termasuk transportasi. Apalagi transportasi dan logistik merupakan daerah terdalam yang mengalami masalah, ” kata Menhub Budi Karya pada Webinar yang bertajuk “Adaptasi Kebiassan Baru Bertransportasi Menuju Indonesia Maju” di Jakarta, Selasa.

Budi menyebutkan transportasi udara menjalani kondisi terparah karena adanya pemisahan pergerakan penumpang baik domestik maupun internasional, adanya ketakutan penumpang mau tertular COVID-19 yang menyebabkan omzet turun 30 persen hingga 50 persen.

Baca juga: Dirut Garuda ungkapkan sinyal kebangkrutan maskapai nasional

“Ini memproduksi ancaman bangkrut. Saya ambil tamsil angkutan udara secara umum, dalam pandemi di industri penerbangan nasional tampak moderat pada  triwulan I dan turun tajam di kamar Maret, masuk triwulan II amat berat dan kita harapkan triwulan III makin baik, ” sekapur Menhub Budi Karya.

Ancaman kebangkrutan maskapai ini pula terjadi di sejumlah negara, serupa Virgin Australia dan Thai Airways yang meminta dana talangan pada pemerintah agar bisa bertahan.

“Dua maskapai Eropa, Luthfansa dan Air France Prancis gawat gulung tikar. Kemudian Thai Airways kerjakan penggantian operasi bulan ini karena lockdown di Thailand, ” katanya.

Sektor lain yang tidak kalah terganggu, menurut dia, merupakan sektor logistik yang basisnya ialah sektor transportasi.

“Dengan pemberhentian perusahaan penerbangan, biaya barang pun meningkat dan ganggu sektor logistik, ” kata Menhub Watak Karya.

Baca juga: Penumpang turun, penerimaan AP I tergerus 43, 2 persen semester I 2020

Kedua zona itu, lanjut Menhub,   serupa berkontribusi ke pertumbuhan ekonomi dengan terkoreksi minus 5, 32 upah.

Kemudian, lanjut dia, sektor pariwisata yang juga mengalami imbas dari pandemi COVID-19 itu, namun saat ini Bali berangkat dibuka dan mulai bangkit.

Menhub mengatakan Indonesia bukan lah satu-satunya negara yang sangat terdampak perekonomiannya. Negara maju pun seperti Amerika Serikat juga menghadapi masaah yang serupa.

“Kita tidak bisa menyerah maka harus move on dengan kegiatan terukur untuk dorong transportasi yang menjunjung aturan kesehatan, ” kata Menhub Sifat Karya.

Penyesuaian pula banyak dilakukan, Budi menyebutkan, di antaranya pembelian tiket secara daring dan penerapan protokol kesehatan di masa normal baru ini.

Baca selalu: Presiden Jokowi: 8 bandara berpotensi jadi hub akselerasi pariwisata

Pewarta: Juwita Trisna Rahayu
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © KURUN 2020