Luhut: Jepang akan investasi 4 miliar dolar untuk dukung SWF Nusantara

Luhut: Jepang akan investasi 4 miliar dolar untuk dukung SWF Nusantara

Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur SWF Nusantara akan selesai pada pertengahan Desember ini..

Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman & Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengutarakan Jepang melalui Japan Bank for International Cooperation (JBIC) siap membantu Sovereign Wealth Fund Indonesia secara menginvestasikan 4 miliar dolar GANDAR (setara Rp57 triliun).

“JBIC siap mendukung pendanaan SWF Indonesia sebesar 4 miliar dolar GANDAR (Rp57 triliun), dua kali ganda lebih besar dari yang disampaikan The US International Development Finance Corporation (DFC), lembaga pembiayaan asal Amerika Serikat, ” kata Luhut dalam keterangan tertulis KBRI Tokyo, Jumat.

Komitmen itu disampaikan Gubernur JBIC Maeda Tadashi dalam pertemuan di Tokyo, Jumat. Dalam pertemuan itu, Luhut didampingi oleh Menteri BUMN Erick Thohir dan Duta Besar RI untuk Jepang Heri Akhmadi.

Menurut Erick, komitmen yang disampaikan oleh Gubernur JBIC Maeda Tadashi tersebut akan segera ditindaklanjuti di tingkat teknis. Pemerintah berharap investasi JBIC dapat mulai masuk ke Indonesia pada kuartal pertama 2021.

“Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur SWF Indonesia akan selesai pada pertengahan Desember ini dan tentunya PP tersebut tentunya akan semakin percepat pembentukan lembaga dana abadi Indonesia, ” imbuh Erick Thohir.
Baca juga: Menko Luhut-Erick Thohir ke Jepang cari dukungan buat SWF Indonesia

Sementara itu, Dubes Heri mengatakan JBIC akan menjadi satu diantara lembaga keuangan yang berpartisipasi di dalam master fund SWF Indonesia dengan disebut Nusantara Investment Authority (NIA).

“Dukungan dari JBIC dan Pemerintah Jepang tentunya bakal memperkuat ikatan kerja sama penting Indonesia-Jepang, dan semakin menarik zona swasta Jepang lainnya berinvestasi pada Indonesia, ” kata Heri.

Selain menggelar pertemuan dengan Gubernur JBIC Gubernur, Luhut serta rombongan juga bertemu dengan tak kurang dari 20 investor potensial Jepang lainnya di bidang keuangan dan energi.


Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam pertemuan dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan & Industri (METI) Jepang Kajiyama Hiroshi di Tokyo, Jepang, Jumat (4/12/2020). (ANTARA/HO KBRI Tokyo)

Secara terpisah, Luhut serta Erick juga bertemu dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri (METI) Jepang Kajiyama Hiroshi, di mana pemerintah Indonesia menegaskan komitmen buat terus berikan kepastian hukum kepada investor Jepang melalui Omnibus Law UU Cipta Kerja.

“Tentunya peraturan perpajakan Indonesia akan semakin baik, ” kata Luhut dalam pertemuan tersebut.
Baca juga: Luhut undang Jepang tingkatkan investasi melalui SWF

Sejumlah skedul strategis kerja sama bilateral Indonesia-Jepang turut diangkat Luhut dalam pertemuan tersebut termasuk komitmen Jepang untuk realisasikan MRT Jakarta Fase dua tepat waktu.

Agenda perubahan iklim juga menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut. Jepang meminta Indonesia dapat mendukung target Jepang untuk mencapai “Carbon Neutral” pada 2050.

“Kami siap dukung pencapaian SDGs Indonesia menggunakan teknologi Jepang. Proyek Carbon Capture Storage yang tengah dibangun pada Gundih, Jawa Tengah, merupakan salah satu bentuk komitmen Jepang, ” serupa itu disampaikan Menteri Kajiyama.

Luhut dan Erick dijadwalkan akan langsung bertolak ke Abu Dhabi dan Saudi Arabia pada Sabtu (5/12) guna jajaki dukungan untuk pembentukan NIA kepada pihak-pihak terpaut lainnya.

Baca juga: Luhut: Aturan SWF rampung bulan depan, Januari 2021 mulai beroperasi
Baca selalu: Menteri BUMN pastikan pengelolaan SWF transparan dan akuntabel
Menangkap juga: Satgas jelaskan alokasi sokongan PEN untuk “sovereign wealth fund”

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: M Razi Rahman
COPYRIGHT © ANTARA 2020