Kepala juta kendaraan saat arus pulih, Kemenhub perketat pengawasan

Kepala juta kendaraan saat arus pulih, Kemenhub perketat pengawasan

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Perhubungan memperketat pengawasan menghadapi potensi lonjakan aliran balik pada masa pasca Idul Fitri 1441 H yang diprediksi akan mencapai satu juta instrumen.

“Kami bersama pemangku kepentingan terkait telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi adanya potensi lonjakan arus balik, dengan mengacu pada Permenhub 25/2020, SE Himpunan Tugas 5/2020 dan Pergub DKI Jakarta 47/2020. Fokus kami merupakan pengawasan potensi puncak arus balik khususnya yang melalui jalur tanah, ” kata Juru Bicara Departemen Perhubungan Adita Irawati di Jakarta, Sabtu.

Kemenhub memprediksi kendaraan yang hendak melakukan perjalanan pada arus pulih tahun 2020 mencapai satu juta kendaraan, dengan rincian 284. 892 kendaraan mobil dan 814. 835 sepeda motor mulai dari H+1 atau 26 Mei 2020 datang H+6 atau 31 Mei 2020.

Sementara pada arus balik tahun 2019, tercatat sebanyak 2. 260. 859 kendaraan mobil dan 554. 488 besar.

“Dari prediksi tersebut, di kepala sisi jumlah kendaraan mobil jumlahnya menurun sangat signifikan dibanding tahun lalu. Namun untuk sepeda mesin diprediksi terjadi peningkatan yang lulus signifikan, ” kata  Adita.

Mengantisipasi peristiwa itu, Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Darat telah berkoordinasi secara sungguh-sungguh dengan pemangku kepentingan terkait dalam seperti  Kemenkes, Kepolisian, TNI, Pemerintah Daerah, Tim Gugus Tugas, serta pihak terkait lainnya, dalam melangsungkan penyekatan di sejumlah titik pada cek poin yang berada dalam sejumlah ruas jalan, termasuk ke jalan-jalan kecil atau tikus.

“Penyekatan yang dilakukan pada jalur-jalur utama aliran balik yang menuju ke daerah Ibu Kota Jakarta dari berbagai daerah seperti  Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Banten, dan juga di jalur-jalur tikus, ” kata Adita.

Kemudian, penyekatan dengan khusus juga dilakukan di 11 titik untuk pengecekan kepemilikian surat izin keluar masuk (SIKM) DKI Jakarta, diantaranya di Kabupaten Tangerang 4 titik (di Jalan Syekh Nawawi, Gerbang Tol Cikupa, Jalan Awam Serang, Jalan Raya Maja), dalam Kabupaten Bogor 4 titik (Jalan Jasinga, Jalan Ciawi-Cianjur, Jalan Ciawi-Sukabumi, Jalan Raya Tanjung Sari), & di Kabupaten Bekasi 4 bercak (Jalan Raya Pantura (Kedung Waringin), Jalan Inspeksi Kalimalang, dan Ruas Tol Cikarang Km 47 pedoman Jakarta).

Adita mengungkapkan, tiga hari yang diprediksi terjadi puncak arus balik yaitu pada 30-31 Mei 2020 dan 1 Juni 2020, dikarenakan hari tersebut merupakan hari libur yang biasa dimanfaatkan oleh umum untuk melakukan perjalanan arus pulih dari kampung halaman ke praja besar seperti Jakarta, setelah sebelumnya merayakan hari raya Idul Fitri di kampung halaman dan bersiap kembali untuk bekerja.

“Pemerintah telah melahirkan kebijakan untuk melarang kegiatan mudik dan balik, serta meminta asosiasi untuk menunda dulu keinginannya balik ke Jakarta jika tidak memiliki kepentingan mendesak, dalam rangka menghalangi kembali terjadi penyebaran COVID-19 dalam Jakarta, ” jelas Adita.

Untuk itu, lanjut Adita, Kemenhub bersama tim gabungan melakukan pengetatan pengawasan untuk memastikan orang-orang yang melakukan penjelajahan adalah hanya mereka yang menutup kriteria dan syarat yang ditentukan sesuai SE Gugus Tugas dan Pergub DKI Jakarta 47/2020 mengenai Surat Izin Keluar/Masuk DKI Jakarta (SIKM).

Selanjutnya, langkah antisipasi yang dikerjakan Kemenhub yaitu melakukan pemeriksaan teliti oleh tim gabungan yang berada di simpul-simpul transportasi baik dalam terminal, pelabuhan, bandara, dan tumpuan, untuk memastikan orang-orang yang berjalan adalah orang yang memenuhi kriteria dan syarat sesuai ketentuan daripada SE Gugus Tugas dan memiliki Surat Izin Keluar/Masuk (SIKM) bagi masyarakat yang bepergian keluar/masuk DKI Jakarta.

“Untuk pengawasan di simpul-simpul pemindahan telah dilakukan penambahan personel awak gabungan agar pemeriksaan persyaratan dokumen para calon penumpang dapat berlaku dengan lebih lancar dan mengambil orang-orang yang bepergian adalah yang memenuhi kriteria dan syarat cocok ketentuan dari SE Gugus Suruhan dan SIKM bagi penumpang dengan akan keluar atau masuk DKI Jakarta, ” katanya.

Baca juga: Tinjau arus balik, Kakorlantas: Kendaraan logistik mendominasi
Baca juga: Kepala MPR: Fokus kendalikan arus pulih cegah gelombang kedua COVID-19