Kepala ingatkan selesaikan sisa 8 juta hektar perhutanan sosial

Kepala ingatkan selesaikan sisa 8 juta hektar perhutanan sosial

penambahan akumulatif cukup besar dalam lima tahun pertama

Jakarta (ANTARA) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan realisasi lahan untuk perhutanan sosial telah mencapai 4, 2 juta hektar hingga akhir September 2020, namun masih ada kira-kira 8, 5 juta hektar dengan masih harus segera diselesaikan.

Presiden Jokowi, dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa, mengingatkan target lahan perhutanan sosial mencapai 12, tujuh juta hektar hingga 2024.

“Memang ada sebuah penambahan akumulatif yang cukup besar di dalam lima tahun pertama kemarin  namun masih ada sisa juga yang delapan juta hektar lebih tadi yang perlu kita selesaikan, ” kata Presiden saat membuka rapat terbatas mengenai Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Berbasis Perhutanan Baik.

Presiden serupa meminta Kementerian Lingkungan Hidup serta Kehutanan (KLHK) agar tidak hanya memberikan izin untuk lahan perhutanan sosial, namun juga memberikan pendampingan ke masyarakat untuk pemberdayaan pada menciptakan program-program lanjutan.

Dengan begitu, masyarakat memiliki kemampuan untuk mengelola lahan perhutanan baik, sehingga dapat memberikan nilai tambahan, termasuk untuk manfaat ekonomi.

“Sehingga masyarakat di sekitar hutan itu memiliki kemampuan me- manage , memanajemeni, yang sudah diberikan yaitu untuk menghunjam ke dalam aspek bisnis perhutanan sosial yang tidak hanya argo forestry tetapi juga bisa masuk ke bisnis ekowisata, agro-silvo-pastoral , bisnis bioenergi, bisnis buatan hutan bukan kayu, bisnis kayu rakyat. Semua sebetulnya bisa mensejahterakan tapi sekali lagi pendampingan ini sangat diperlukan, ” jelas Pemimpin.

Menangkap juga: Presiden: Pendampingan bisnis perhutanan sosial harus terintegrasi

Baca juga: Perhutanan Sosial di Undang-Undang Cipta Kerja

Baca juga: KLHK berikan pelatihan pendampingan perhutanan baik

Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020