Kejar produksi musim II, Mentan ucap lahan tertanam capai 87 persen

Kejar produksi musim II, Mentan ucap lahan tertanam capai 87 persen

Jakarta (ANTARA) – Gajah Pertanian Syahrul Yasin Limpo menuturkan pihaknya tengah mengejar produksi musim tanam II pada lahan eksisting seluas 5, 6 juta hektare dengan keadaan lahan yang telah tertanam mencapai 87 persen.

Mentan Syahrul optimistis bahwa dari luas tanam musim II itu, dapat menghasilkan produksi 12, 5-15 juta ton setara beras yang nantinya akan memperkuat cadangan beras nasional.

“Di musim tanam II ini kita kejar pada areal-areal pertanian yang kita jamin ada irigasinya seluas 5, 6 juta hektare. Kondisi musim tanam II saat ini telah tertanam 87 persen, dan ana masih punya 4 bulan, ” kata Syahrul dalam webinar diselenggarakan di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Rakorpim Komite PEN, Mentan kejar buatan lahan 7, 5 juta hektare

Syahrul menjelaskan bahwa stok beras pada akhir Juni 2020 mencapai 7, 83 juta ton. Jika prediksi beras pada musim tanam II mencapai 15 juta ton, stok beras akan bertambah menjadi kira-kira 22 juta ton.

Ada pun kebutuhan konsumsi padi nasional hingga Desember mencapai 15 juta ton. Dengan begitu, simpanan beras hingga akhir Desember masih tersisa 7, 1 juta ton, yang menjadi cadangan beras dalam awal 2021.

Di kesempatan sebelumnya, Mentan mengingatkan bahwa proses produksi yang berjalan itu tentunya membutuhkan penyerapan beras secara masif agar kestabilan harga panen tetap terjaga.

Baca juga: Mentan perintahkan mekanisasi lahan food estate sebelum tanam perdana

Oleh karena itu, Pemerintah bersama dengan Perum Bulog, dan BUMN pangan lainnya, siap menyelenggarakan intervensi terhadap musim panen dengan biasanya menyebabkan harga gabah meluncur.

Untuk perkembangan barang pertanian yang lainnya seperti jagung, tanaman hortikultura, daging ayam serta telur, Mentan menjelaskan bahwa kalender telah sesuai harapan dan target perencanaan.

“Memang komoditas bawang putih, daging sapi, & gula masih impor dan belum menjadi kemandirian pangan. Namun dalam prognosa yang ada, semua komoditas itu masih terkendala dengan cantik, ” kata Mentan.
 

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020