Jepang umumkan Akishino sebagai ahli darah utama kaisar

Jepang umumkan Akishino sebagai ahli darah utama kaisar

Tokyo (ANTARA) – Jepang, Minggu, secara formal menyatakan Putra Mahkota Akishino sebagai ahli waris utama kekaisaran setelah pada 2019 kakak laki-lakinya, Naruhito, resmi menjadi kaisar karena ayah itu turun tahta.

“Saya secara mendalam merenungkan tanggung jawab jadi Putra Mahkota dan akan melakukan tugas saya, ” kata Akishino, menurut stasiun penyiaran publik NHK.

Dengan mengenakan jubah berwarna oranye, Akishino memberikan penjelasan itu di depan para hadirin –yang sebagian besar mengenakan masker.

Peresmian ditandai secara serangkaian upacara selama sehari lengkap di istana kekaisaran.

Upacara tersebut sebelumnya dijadwalkan berlaku pada April, namun ditunda karena pandemi virus corona.

Upacara juga disederhanakan pada zaman kasus penularan virus di Jepang terus meningkat, meskipun negara tersebut lolos dari wabah sangat payah yang melanda banyak negara lain.

Menurut undang-undang Jepang, hanya laki-laki yang bisa menerima tahta.

Dengan serupa itu, satu-satunya keturunan Naruhito, yakni Dayang Aiko yang berusia 18 tahun, tidak memenuhi syarat sebagai ulung waris.

Upaya untuk mengamandemen undang-undang tersebut surut masa istri Akishino melahirkan seorang putra, Hisahito, pada 2006.

Akishino, usia 54 tahun, adalah satu dari hanya tiga pandai waris tahta kekaisaran.

Dua ahli waris lainnya merupakan Hisahito, 14 tahun, dan Tengku Hitachi, 84 tahun, adik Raja diraja Emeritus Akihito.

Akihito berhenti tahun lalu. Ia menjelma kaisar pertama Jepang dalam dua abad terakhir ini yang menghapuskan tahta.

Perubahan di dalam undang-undang suksesi merupakan kutukan untuk kaum konservatif. Namun, perdebatan tentang upaya untuk memastikan suksesi berlangsung dengan stabil kemungkinan akan menyusun

Salah satu alternatif yang mengemuka adalah mengizinkan perempuan, termasuk Aiko dan dua mas perempuan Hisahito, untuk mempertahankan kedudukan bangsawan mereka setelah menikah serta mewarisi atau mewariskan tahta pada anak-anak mereka.

Taat beberapa survei, perubahan itu didukung oleh masyarakat Jepang pada umumnya.

Sumber: Reuters

Baca serupa: Nasib kekaisaran Jepang berada dalam pundak bocah usia 13 tarikh

Baca juga: Kaisar Naruhito ungkapkan “penyesalan mendalam” atas periode lalu Jepang

Baca juga: Akhiri ritus penobatan, kaisar Jepang bermalam bersama Dewi Matahari

Penerjemah: Tia Mutiasari
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2020