Gerindra minta maaf kepada Presiden terpaut kasus Edhy Prabowo

Gerindra minta maaf kepada Presiden terpaut kasus Edhy Prabowo

Pada Presiden Jokowi, Wapres KH. Ma’ruf Amin, dan seluruh kabinet Nusantara Maju, kami sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian ini

Jakarta (ANTARA) – Penulis Jenderal DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan partai-nya meminta maaf kepada Presiden Joko Widodo, Pemangku Presiden Ma’ruf Amin atas peristiwa tertangkapnya Edhy Prabowo dalam kejadian dugaan korupsi ekspor benih lobster di Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Kepada Presiden Jokowi, Wapres KH. Ma’ruf Amin, dan seluruh kabinet Indonesia Maju, kami sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya arah kejadian ini, ” kata Muzani dalam pernyataannya yang disiarkan pada akun Instagram resmi Partai Gerindra, Jumat.

Dia percaya kasus yang menimpa Edhy Prabowo tidak akan mengganggu proses serta berjalannya pemerintahan Jokowi-Ma’ruf.

Baca juga: Golongan Gerindra hormati proses hukum peristiwa Edhy Prabowo

Baca juga: Gerindra: Pengganti Edhy di pemerintahan hak privilese presiden

Muzani selalu berharap seluruh kegiatan pemerintah pasti berjalan seperti pelayanan kepada klub dan pembangunan.

“Kami harap seluruh kegiatan pemerintahan tentu berjalan sebagaimana biasanya, pelayanan kepada masyarakat dan pembangunan seperti yang sudah direncanakan sebelumnya seperti titah Presiden, ” ujarnya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan beberapa orang di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten pada Rabu (25/11) dini keadaan.

Dalam perkembangannya, KPK menetapkan Edhy Prabowo sebagai tersangka penerima suap dalam kasus perizinan tambak, usaha dan/atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020. Terkait hal tersebut, KPK selanjutnya menetapkan tujuh karakter sebagai tersangka.

Jadi penerima, yakni Edhy Prabowo (EP), Staf Khusus Menteri Kelautan serta Perikanan Safri (SAF), Andreu Awak Misata (APM), pengurus PT ACK Siswadi (SWD), staf istri Menteri Kelautan dan Perikanan Ainul Faqih (AF), dan Amiril Mukminin (AM). Sedangkan sebagai pemberi, yaitu Direktur PT DPP Suharjito (SJT).

Edhy Prabowo menyatakan akan mengundurkan diri sebagai Menteri Bahari dan Perikanan sekaligus Wakil Pemimpin Umum Partai Gerindra pasca ditetapkan sebagai tersangka KPK.

Baca juga: Edhy Prabowo nyatakan mundur sebagai Gajah KKP dan Waketum Gerindra

Pewarta: Pemimpin Budilaksono
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © JARANG 2020