Erick Thohir sebut ada kemungkinan daerah merah jadi prioritas vaksin

Erick Thohir sebut ada kemungkinan daerah merah jadi prioritas vaksin

Bisa saja nanti keputusannya kita prioritaskan zona merah dulu

Jakarta (ANTARA) – Menteri BUMN yang juga Wakil Ketua IV dan Ketua Pelaksana Komite Pengerjaan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir mengatakan bakal segera ada keputusan dalam dua hari ke depan mengenai jadwal zona merah jadi prioritas mas vaksin COVID-19.

“Kita nanti keputusan rencana 1-2 hari ke depan ada pertemuan dengan gubernur/walikota untuk memutuskan, apakah kita bakal prioritaskan zona merah dulu dengan tingkat kematian dan penularannya tinggi. Bisa saja nanti keputusannya kita prioritaskan zona merah dulu, ” kata Erick Thohir dalam webinar Kesiapan Infrastruktur Data Vaksinasi COVID-19, Selasa.

Erick Thohir menuturkan pada tahap awal pantas dengan Peraturan Presiden (Pepres) Cetakan 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi di dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona, target vaksinasi yakni orang-orang di rentang usia 18-59 tahun.

Baca juga: Erick pastikan kerahasiaan data untuk vaksinasi COVID-19

Kendati demikian, kata dia, mengencangkan usia tersebut tidaklah mutlak. Erick Thohir menyebut karena nantinya mau ada beberapa vaksin dari produsen berbeda, maka rentang usia target vaksin bisa saja berubah. Kriteria rentang usia 18-59 tahun ditentukan karena uji coba yang dilakukan kepada masyarakat dalam rentang usia tersebut, khususnya untuk vaksin Sinovac yang bekerja sama dengan Bio Farma.

“Tapi Kemenkes pasti menentukan tidak hanya mulia macam vaksin, tidak Sinovac selalu, bisa saja ada tambahan 1-2  vaksin lagi. Tentu ketika bicara merk- mungkin berbeda, misal merk X dan Y, tentu usia rentannya bisa sekadar di atas 59 tahun atau bahkan Sinovac dengan pengembangan nanti, bisa saja di atas 59 tahun. Tapi hari ini 18-59 tahun. Dan dari rentang itu, 67 persen yang divaksin, ” pungkas Erick Thohir.

Baca juga: Erick Thohir: Pandemi momentum dan jalan kejar ketertinggalan RI

Erick Thohir selalu meminta peran aktif masyarakat pada program vaksinasi COVID-19.

Ia mengungkapkan berdasarkan riset final, sebanyak 66 persen masyarakat sangat ingin divaksin. Namun, di sisi lain, ada 16 persen bangsa yang tidak ingin divaksin.

“Tidak tahu alasannya barang apa karena kalau bicara halal haram, kita sudah sampaikan otoritas sempurna, MUI, yang akan tentukan halal dan haram, sejak awal MUI terlibat, ” kata Erick Thohir.

Mengaji juga: Erick ajak masyarakat berkecukupan bayar sendiri vaksin COVID-19
 

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020