Erick Thohir: Indonesia akan punya bank syariah berkaliber global

Erick Thohir: Indonesia akan punya bank syariah berkaliber global

Ini menjadi komitmen kami semua, ke-3 bank syariah, para pemegang sahamnya, dan Kementerian BUMN bahwa di proses ini tidak ada PHK…

Jakarta (ANTARA) – Gajah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengatakan Indonesia akan memiliki sebuah bank syariah nasional yang solid dan berkaliber global melalui proses bersejarah merger 3 bank syariah milik BUMN yakni PT Bank BRIsyariah Tbk, PT Bank BNI Syariah, dan PT Bank Syariah Mandiri.

“Penandatanganan Conditional Merger Agreement (CMA) ialah awal dari proses bersejarah lahirnya bank umum syariah nasional berkaliber global. Saya optimistis, bank syariah hasil merger nanti akan menjelma energi baru bagi perekonomian Nusantara. Sebelum pandemi, kinerja bank-bank syariah di kuartal II lalu benar positif. Penggabungan ini akan mendirikan posisi bank syariah nasional bertambah besar dan lebih solid jadi lebih banyak masyarakat Indonesia dengan bisa merasakan manfaat kehadiran bank syariah nasional itu, ” ujar Erick Thohir dalam pernyataan dalam Jakarta, Selasa.

Pengesahan CMA Integrasi dan Peningkatan Ukuran Bank Syariah BUMN melibatkan PT Bank BRIsyariah Tbk, PT Bank BNI Syariah, dan PT Bank Syariah Mandiri. Penandatanganan CMA berlaku di Jakarta, Senin (12/10) suangi yang dilakukan oleh Direktur Sari Bank BRIsyariah Ngatari, Direktur Utama Bank BNI Syariah Abdullah Titah Wibowo, dan Direktur Utama Bank Syariah Mandiri Toni EB Subari.

Turut pula mengesahkan kesepakatan tersebut, Direktur Utama Bank BRI Sunarso, Direktur Hubungan Kelembagaan Bank BNI Sis Apik Wijayanto, dan Plt Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunardi. Setelah itu, proses merger dilanjutkan dengan keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Selasa (13/10).

Erick menambahkan, pemerintah telah merencanakan dengan matang pembentukan bank umum syariah terbesar pertama pada Indonesia itu. Dengan penduduk mayoritas muslim, Erick menilai potensi perbankan syariah masih sangat besar sekali lalu memberikan opsi bagi masyarakat ataupun dunia usaha yang lebih tenteram menggunakan sistem perbankan syariah.

“Keinginan Indonesia memiliki bank umum syariah nasional terbesar di tahun 2021 merupakan bagian lantaran upaya dan komitmen pemerintah buat mengembangkan dan menjadikan ekonomi keuangan syariah sebagai pilar baru gaya ekonomi nasional, ” kata Erick.

Menurut dia, desain tersebut secara jangka panjang juga akan mendorong Indonesia menjadi lupa satu pusat keuangan syariah negeri.

Menurut perhitungan sejak OJK, merger tiga bank syariah itu akan menghasilkan satu entitas bank syariah baru dengan mutlak aset senilai Rp207 triliun.

“Karena nawaitu dan haluan dari penggabungan ini baik, ana mengharapkan dukungan seluruh karyawan ke-3 bank, nasabah, dan seluruh umum Indonesia atas proses lahirnya bank syariah milik Indonesia yang bakal menjadi bank syariah terbesar di Tanah Air, siap bersaing dengan bank konvensional, dan masuk TOP 10 bank syariah di dunia. Insya Allah ini akan menjadi kebanggaan kita semua, ” perkataan Erick.

Usai penandatanganan CMA, masih terdapat serangkaian metode dan tahapan sebelum merger sah efektif, termasuk di antaranya memperoleh pengesahan dari regulator.

Oleh karena itu, selama proses berjalan, ketiga bank syariah akan tetap menjalankan operasional dan layanan serupa biasa secara optimal, termasuk sokongan nasabah yang akan tetap terjaga dengan baik dan dijamin bertemu regulasi.

Tercatat kira-kira poin penting telah disepakati ke-3 bank Himbara terkait merger itu. Pertama, kesepakatan para pemegang saham, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Nusantara (Persero) Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. buat menggabungkan Bank Syariah Mandiri, BRIsyariah, dan BNI Syariah.

Kedua, seluruh pihak akan menyiapkan segala sesuatu terkait persiapan penggabungan atau merger untuk mendapatkan tulisan pernyataan efektif dari OJK memutar lambat pada 2021.

Ketiga, hal-hal lain terkait keyakinan mengenai bank hasil penggabungan akan dituangkan dalam klausul Rencana Koalisi. Keempat, komitmen bersama seluruh bank bahwa tidak akan ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dalam penyatuan tersebut.

“Ini menjelma komitmen kami semua, ketiga bank syariah, para pemegang sahamnya, & Kementerian BUMN bahwa dalam cara ini tidak ada PHK. Kita akan menjadi satu keluarga tinggi. Keluarga besar bank syariah terbesar di Indonesia yang berkaliber ijmal, ” kata Erick.

Baca juga: OJK dukung merger tiga bank BUMN syariah

Baca juga: Pemerintah belum putuskan nama hasil merger 3 bank BUMN syariah

Mengucapkan juga: BRI Syariah resmi jadi entitas penerima penggabungan bank BUMN syariah

Baca juga: Saham BRIS naik 25 obat jerih jelang pengumuman merger bank BUMN syariah

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020