Erick targetkan 15 persen kepemimpinan perempuan di BUMN tercapai 2021

Namun pada tahun 2023 ya minta 20 persen dan ini masih di bawah standar internasional

Jakarta (ANTARA) – Menteri BUMN Erick Thohir secara tegas menginginkan target kepemimpinan wanita di jajaran tinggi BUMN sebanyak 15 persen diharuskan dapat terpenuhi pada tahun ini.

“Saya berharap di programnya nanti bagaimana kepemimpinan daripada wanita yg masih kurang lebih eleven persen di perusahaan induk, saya minta tahun ini harus 15 persen, inch ujar Menteri BUMN Erick Thohir dalam pelantikan pengurus baru Forum Human Capital Indonesia (FHCI) di Jakarta, Rabu.

Berdasarkan Erick Thohir, kepemimpinan wanita dengan porsi cukup tidak kecil dalam posisi tinggi serta kunci di sebuah perusahaan merupakan hal biasa.

“Saya ini latar belakangnya dunia olahraga, pada dunia internasional kepemimpinan wanita itu 30 persen wajib. Tidak hanya di olahraga tapi juga di dunia internasional, ” ujar Erick Thohir.

Baca juga: Erick Thohir ingin komposisi direksi BUMN 15 persen dijabat perempuan

Dengan demikian Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan bahwa kepemimpinan wanita di BUMN sebesar 15 persen harus tercapai pada tahun ini.

“Tapi pada tahun 2023 ya minta 20 persen serta ini masih di bawah standar internasional, ” tegas Erick Thohir.

Sebelumnya Menteri Badan Cara Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendorong agar lebih banyak perempuan yang menjadi pemimpin atau bos pada perusahaan BUMN.

Baca juga: Erick Thohir dorong lebih banyak perempuan menjadi bos BUMN

Kementerian BUMN menarik para perempuan menancapkan eksistensi mereka sebagai perempuan karir dengan membentuk Srikandi BUMN. Dengan adanya Srikandi BUMN diharapkan akan ada peningkatan keterwakilan perempuan untuk meningkatkan kesetaraan gender di lingkungan BUMN.

Menteri BUMN menyampaikan apresiasi kepada perempuan hebat yang menjalankan kekuatan super sebagai pribadi yang menjalankan multiprofesi setiap harinya.

Peran ibu, lanjut Erick Thohir, sangat strategis tidak hanya bagi dirinya sendiri tetapi juga orang sekitar. Selain bekerja, seorang ibu juga harus bisa menerapkan komunikasi yang baik di rumah, mengelola keuangan secara sehat, menjadi guru, hingga menjamin nutrisi keluarga agar terhindar dari  COVID-19.

Baca juga: MPR: Perlu “lompatan besar” wujudkan peningkatan peran perempuan

Baca juga: Sejarah sudah membuktikan perempuan patut diperhitungkan

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021