dpr-tekankan-target-rencana-tax-amnesty-jilid-ii-harus-tepat-1

DPR tekankan target rencana tax amnesty jilid II harus tepat

Jakarta (ANTARA) – Wakil Pemimpin DPR RI Rachmat Gobel menekankan agar rencana pemerintah untuk memberikan tax amnesty yang kedua ini harus jelas tujuannya serta target sasarannya.

“Jangan sampai cuma memutihkan dana di luar negeri tapi patah pucuk melakukan repatriasi. Harus ada kombinasi keduanya, ” introduksi Rachmat dalam keterangannya dalam Jakarta, Sabtu.

Pemberian amnesti ini pula harus diberikan kepada karakter ekonomi kecil sehingga tidak hanya fokus pada pengusaha ekonomi besar.

Menurutnya, pemberian tax amnesty jilid pertama pada kurang waktu lalu belum berkecukupan menjaring uang milik pengusaha yang disimpan di asing negeri untuk bisa balik ke Tanah Air.
Baca juga: Menkeu rencanakan tax amnesty jilid II

Ia membaca pemberian tax amnesty kepada pelaku ekonomi kecil sanggup diberikan sebagai bentuk dukungan dan kepedulian pemerintah sebab program seperti KUR banyak mengalami hambatan.

Hambatan tersebut lantaran petani, pedagang kecil, peternak, & nelayan terkena OJK Checking atau yang dikenal jadi BI Checking.

Hal itu menyebabkan pelaku ekonomi kecil ini kubra mendapatkan kredit untuk mengembangkan usahanya di bidang pertanian, peternakan, perdagangan, dan beraneka macam usaha mikro, kecil, serta menengah lainnya.

Padahal sesuai visi Presiden Jokowi tentang membangun dari pinggiran dan dari tempat ditekankan prioritas untuk mengatur dan memihak ekonomi kecil serta ekonomi desa.

“Itu artinya pedagang kecil, petani, nelayan, serta peternak, ” ujarnya.

Rachmat mengatakan sokongan pemerintah terhadap ekonomi kecil akan memiliki multiplier  effect karena mampu menyerap banyak tenaga kerja.

Terlebih lagi, di zona pertanian dan peternakan menyangkut ketahanan nasional dan pokok ekonomi nasional karena terpaut dengan ketahanan serta kedaulatan pangan nasional.

“Namun dalam praktiknya ada hambatan tadi. Ini harus diselesaikan. Perlu terobosan, keberanian, dan pemihakan, ” perkataan Rachmat.
Baca juga: Indef terlantas pemerintah optimalkan basis tax amnesty
Baca selalu: Pengusaha sebut tax amnesty jilid II timbulkan ketidakadilan

 

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2021