BPOM tunggu data riset vaksin COVID-19 dari Brazil

BPOM tunggu data riset vaksin COVID-19 dari Brazil

Jakarta (ANTARA) – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny K Lukito mengatakan BPOM menunggu data riset vaksin COVID-19, Sinovac buatan China, yang sedang diuji khasiat & keamanannya oleh Brazil.

Penny dalam jumpa pers daringnya  pada Jakarta, Kamis mengatakan BPOM mau memadukan data riset uji coba vaksin COVID-19 di Brazil serta di Indonesia.

“Data dari Tahap 3 uji vaksin di Brazil kami belum bisa mendapatkan. Kami selalu berkomunikasi beriringan otoritas-otoritas obat terkait. Brazil pula menguji Sinovac yang sama dengan Indonesia, ” kata dia.

Menurut nya, pemberian izin penting (Emergency Use Authorization/EUA) vaksin COVID-19 di Indonesia bisa dilakukan oleh BPOM, tetapi harus seksama, terukur secara saintifik serta tidak bisa terburu-buru karena juga terkait dengan keamanan antivirus tehadap manusia.

Pengujian tahap 3 vaksin Sinovac oleh Brazil, kata tempat, sudah dimulai lebih dahulu dibanding Indonesia. Dalam perencanaannya, Brazil telah bisa mengeluarkan data uji jika setelah tiga bulan sejak baru dites. Tapi rilis data pengujian ternyata lebih lama.

Penny mengatakan baru-baru ini menyebut Brazil baru bisa memaparkan bukti uji vaksin Sinovac pada pekan ketiga atau keempat Januari 2020. Sementara Indonesia sendiri rencananya dalam pekan pertama atau kedua sudah bisa menyampaikan data uji antivirus COVID-19.

“Nanti masukan akan dipadukan dengan data di Indonesia yang melakukan uji vaksin di Bandung, ” katanya.

Baca juga: BPOM: Izin guna darurat vaksin COVID-19 tak kesampingkan keamanan-mutu

Kepala BPOM mengatakan lembaganya tidak memperlambat perizinan vaksin COVID-19. Hanya saja pemberian otorisasi antivirus harus seksama secara klinis agar vaksin bermutu, bermanfaat, sedikitnya efek samping dan aman.

Baca pula: IDI harap pemerintah benar-benar pastikan keamanan vaksin

Kendati vaksin COVID-19 mendapatkan izin darurat semasa pandemi, Penny mengatakan uji klinik akan terus berjalan meninjau penggunaan vaksin, terutama dari sisi khasiat, keamanan dan efek samping.

Baca juga: Pengembangan vaksin utamakan keamanan dan kemanjuran

“Untuk memperoleh EUA membutuhkan data mutu ketenangan dan khasiat dari vaksin, bukan hanya terkait percepatan semasa pandemi sehingga begitu saja mengeluarkan. Ini menjadi komitmen pemerintah bahwa cuma vaksin yang mendapatkan EUA itu menunggu data lengkap untuk menguatkan khasiat, ” katanya.

Pewarta: Anom Prihantoro
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2020