BI terus dorong transformasi ekonomi dan keuangan syariah

Transformasi EKSyar itu dilakukan secara optimal untuk berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional

Jakarta (ANTARA) – Bank Indonesia (BI) terus mendorong transformasi ekonomi dan keuangan syariah (EKSyar) sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.

“Transformasi EKSyar itu dilakukan secara optimal untuk berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional, ” kata pendahuluan Gubernur BI Perry Warjiyo dalam peluncuran buku Keterangan Ekonomi dan Keuangan Syariah (LEKSI) 2020 yang dijalankan Senin, secara virtual.

Perry Warjiyo menyampaikan bahwa publikasi LEKSI 2020 sebagai bagian dari pertolongan nyata BI dalam perluasan EKSyar nasional.

Tema yang diangkat dalam laporan tersebut adalah “Bersinergi Membangun Ekonomi dan Keuangan Syariah”. Tema tersebut dipandang sangat tepat untuk memperkuat momentum pemulihan ekonomi nasional, termasuk EKSyar seiring dengan adanya pandemi COVID-19.

Mengaji juga: Wapres: Indonesia seharusnya mampu jadi pusat ekonomi syariah dunia

LEKSI tidak hanya memberikan gambaran umum kondisi EKSyar di Indonesia, tetapi juga dapat membantu perumusan serta evaluasi kebijakan pengembangan EKSyar nasional.

Dalam LEKSI 2020 disebutkan transformasi EKSyar ditempuh melalui pengembangan ekosistem ikatan nilai halal (halal value chains) di sektor-sektor primadona, sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Pendirian dasar EKSyar pada dasarnya adalah mendorong optimalisasi pendayagunaan semua sumber daya & teknologi, yang akan selalu berujung pada aktivitas ekonomi produktif.

Baca juga: OJK luncurkan peta jalan kembangkan perbankan syariah

Dalam kejadian ini, peran kebijakan EKSyar dalam pemulihan ekonomi nasional berjalan melalui tiga hal. Pertama, melalui perannya sebagai bagian dari bauran kebijaksanaan utama BI, termasuk di dalam sinergi antarotoritas.

Kedua, melalui perannya di dalam mendukung ketahanan usaha syariah melalui pemberdayaan ekonomi syariah yang berdasarkan prinsip kemitraan, baik pada UMKM syariah, maupun pada unit ekonomi pesantren.

Ketiga, melalui perannya dalam optimalisasi keuangan sosial syariah (zakat, infak, sedekah, dan wakaf) sesuai dengan prinsip penggunaannya, yang secara inklusif memitigasi peningkatan kemiskinan dan melebarnya ketimpangan.

LEKSI merupakan salah satu agenda untuk meningkatkan literasi EKSyar di Indonesia sekaligus sebagai media untuk menunjukkan kewajiban dan dukungan nyata BI dalam proses transformasi dan pengembangan EKSyar di Indonesia.

LEKSI berisi rincian berbagai informasi tetapi secara garis besar bisa dikelompokkan berdasarkan empat besaran yaitu kebijakan pengembangan EKSyar, perkembangan dan program EKSyar, perkembangan dan program keuangan syariah, serta edukasi dan sosialisasi EKSyar.

Baca juga: Wapres: Masyarakat Ekonomi Syariah jadi motor penggerak UMK
Baca juga: BI dorong UMKM jadi kunci pemulihan ekonomi

 

Pewarta: Ahmad Buchori
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2021