BI kembali pertahankan suku bunga tuangan, tetap empat persen

BI kembali pertahankan suku bunga tuangan, tetap empat persen

Kesimpulan ini mempertimbangkan perlunya menjaga kemantapan nilai tukar rupiah di sedang inflasi yang diprakirakan tetap lembut

Jakarta (ANTARA) – Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan level suku bunga acuan BI Seven Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) tentu sebesar empat persen, karena didorong perbaikan ekonomi di dalam serta luar negeri hingga inflasi yang diperkirakan rendah.

“Keputusan ini mempertimbangkan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah inflasi yang diprakirakan tetap rendah, ” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam telekonferensi di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, suku bunga acuan ini termasuk dengan terendah sejak 2016 dan itu diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Menyuarakan juga: BI pertahankan suku bunga acuan 4 persen

Keputusan itu diambil setelah jajaran Bank Indonesia melakukan Rapat Dewan Gubernur (RDG) dengan diadakan 16-17 September 2020.

Selain suku bunga rujukan, Bank Indonesia juga kembali langgeng mempertahankan suku bunga deposit facility sebesar 3, 25 persen dan suku bunga lending facility sebesar 4, 75 persen.

Bank Indonesia terakhir memangkas suku bunga referensi pada Juli 2020 dari 4, 25 persen menjadi 4 obat jerih.

Baca juga: BI injeksi likuiditas di perbankan capai Rp651, 54 triliun

Mutlak sejak Juli 2019 hingga September 2020 Bank Indonesia sudah memotong 175 basis poin.

Untuk mendorong pemulihan ekonomi daripada dampak pandemi COVID-19, Bank Indonesia menekankan pada jalur kuantitas menggunakan penyediaan likuiditas termasuk dukungan bank sentral kepada pemerintah dalam mempercepat realisasi APBN tahun 2020.

Hingga 15 September 2020 Bank Indonesia telah menambah likuiditas ( quantitative easing ) di perbankan sekitar Rp662, 1 triliun.

Baca juga: BI kembali pangkas suku bunga acuan jadi 4 persen

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020