Bahlil: UU Cipta Kerja adalah UU masa depan

Bahlil: UU Cipta Kerja adalah UU masa depan

Jakarta (ANTARA) – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan UU Omnibus Law Cipta Kerja adalah UU masa depan karena akan menciptakan lapangan kerja di masa mendatang.

“UU Cipta Kerja ini UU masa aliran. Kenapa begitu? Karena UU tersebut yang akan menciptakan lapangan kegiatan bagi saudara-saudara kita yang belum dapat lapangan kerja, ” katanya dalam konferensi pers daring, pada Jakarta, Kamis.

Bahlil mengatakan UU Cipta Kerja juga akan dapat mengakomodir bonus demografi yang akan Indonesia raih dalam tahun 2035.

“Ini adalah undang-undang masa depan, tersebut adalah undang-undang untuk anak-anak bujang yang di mana bonus demografi pada 2035 sedang   puncak-puncaknya. Bayangkan kalau ini tidak siap menciptakan lapangan pekerjaan untuk adik-adik kita, kita akan menjadi generasi yang akan menyesal di lalu hari, ” katanya.

Bahlil menjelaskan ke depan BKPM memiliki dua prioritas yakni menanggung transformasi ekonomi serta mendorong investasi padat karya.

Alterasi ekonomi dilakukan dengan mendorong investasi bernilai tambah dan memiliki biji teknologi. Sementara investasi padat susunan didorong agar terjadi penyerapan gaya kerja.

Menurut Bahlil, kedua prioritas itu harus jalan beriringan. Namun, ia mengakui investasi dengan teknologi tinggi memang menghasilkan penyerapan tenaga kerja berkurang sebab tergantinya tenaga manusia dengan pesawat.

“Kita tahu daripada hari ke hari realisasi investasi tinggi tapi tingakt penyerapan gaya kerja berkurang. Pada 2014, setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi penyerapan tenaga kerjanya 300 ribu karakter. Sekarang, turun enggak sampai 200 ribu orang karena teknologi bahkan canggih, ” katanya.

Kondisi tersebut, lanjut Bahlil, mendirikan BKPM harus melakukan langkah strategis agar investasi yang masuk bisa tetap membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya.

“BKPM rumuskan modus strategis agar investasi masuk bisa menciptakan lapangan kerja maksimal dengan beberapa syarat, teknologi tinggi tapi juga ada baguan gang digantikan tenaga manusia agar berimbang realisasi investasi dan penyerapan tenaga kerja, ” jelasnya.

Bersandarkan data BKPM, hingga Semester I 2020, realisasi investasi mencapai Rp402, 6 triliun dengan penyerapan gaya kerja mencapai 566. 194 pelaku dari 57. 815 proyek.
Baca juga: Bahlil sebut 153 perusahaan akan menyelap RI setelah Omnibus Law disahkan
Baca juga: Bahlil ucap aksi demo tidak surutkan keinginan investasi

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2020