Bahlil: RUU Cipta Kerja pintu menyelundup kita untuk ciptakan lapangan kegiatan

Bahlil: RUU Cipta Kerja pintu menyelundup kita untuk ciptakan lapangan kegiatan

Kalau tidak ada lapangan pekerjaan, mereka akan siap maka pabrik pengangguran intelektual. Ini hendak berbahaya

Jakarta (ANTARA) kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan Rancangan Peraturan (RUU) Cipta Kerja atau Omnibus Law merupakan pintu masuk dalam menciptakan lapangan pekerjaan karena meluluskan kepastian dalam investasi.

“RUU Cipta Kerja yang terdiri dari 11 klaster, 15 bab, 174 pasal, itu semua berorientasi di dalam izin usaha dan investasi. Maka Omnibus Law ini adalah kemungkinan masuk untuk kita menciptakan lapangan pekerjaan, ” kata Bahlil Lahadalia dalam diskusi daring “Strategi Mengakui Investasi”, Kamis.

Taat Bahlil, saat ini ada sekitar 17 juta hingga 18 juta orang yang tengah membutuhkan pekerjaan. Mereka terdiri dari sekitar 7 juta pengangguran, sekitar 2, 5 juta angkatan kerja baru, dan sekitar 7-8 juta pengangguran terdampak COVID-19.

Baca juga: Bahlil yakinkan Omnibus Law dorong kepastian investasi

“Bagaimana menyelesaikan masalah itu? Di UU, demokrasi ekonomi, ekonomi berkeadilan, investasi penuh, itu angan-angan kalau aturan tidak ada perbaikan. Investasi Indonesia ke depan akan lebih baik andaikata syaratnya segera selesaikan UU Omnibus Law, ” ujar Bahlil Lahadalia.

Bahlil menuturkan BKPM konsisten mendukung rampungnya pembahasan RUU Cipta Kerja. Ia juga meyakini RUU Cipta Karya akan meningkatkan daya saing investasi Indonesia.

Mantan Ketua Umum Hipmi itu mengatakan Vietnam kini jadi primadona investasi karena sudah melakukan reformasi sejak 2008-2009 lalu.

“Kita baru berangkat sudah protes ke sana kemari, seolah negara ini mau jatuh saja. Padahal ini berpikir buat kebaikan, untuk menciptakan lapangan kerja bagi adik-adik kita, ” sebutan Bahlil Lahadalia.

Baca juga: Bahlil: Pemerintah tidak pilih-pilih investasi, yang istimewa masuk

Baca juga: Demi tarik investor, pemerintah bakal gratiskan sewa tanah KIT Batang

Menurut Bahlil, investasi akan membuka lapangan kerja bagi lulusan-lulusan perguruan luhur. Pasalnya, lulusan baru itu tetap tidak akan terserap seluruhnya menjelma pegawai negeri sipil atau perusahaan BUMN.

“Kalau tidak ada lapangan pekerjaan, mereka akan jadi pabrik pengangguran intelektual. Tersebut akan berbahaya. Maka kita kudu lakukan langkah komprehensif, ” perkataan Bahlil  Lahadalia.

Bahlil pun membuka lebar-lebar ruang diskusi jika ada pasal-pasal yang menetapkan didiskusikan dengan kalangan terkait.

Baca selalu: Kepala BKPM sebut izin amdal “berhantu, ” ladang oknum tarik untung

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020