Airlangga sebut pembahasan RUU Cipta Kegiatan sudah lebih dari 75 komisi

Airlangga sebut pembahasan RUU Cipta Kegiatan sudah lebih dari 75 komisi

RUU Cipta Kerja ini pembahasannya sudah melebihi 75 komisi. Tentu diharapkan dalam pembahasannya akan terus dilanjutkan

Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pembahasan Rencana Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja atau Omnibus Law sudah melebihi 75 persen di mana pemerintah mengklaim sudah ada kesepakatan antara pengusaha dan asosiasi pekerja.

“RUU Cipta Kerja ini pembahasannya telah melebihi 75 persen. Tentu diharapkan dalam pembahasannya akan terus dilanjutkan, ” katanya dalam Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia (Rakerkonas Apindo) 2020, dengan disiarkan daring, Rabu.

Airlangga pun menyampaikan apresiasinya kepada Apindo yang telah turut aktif dalam pembahasan RUU Cipta Kegiatan itu. Pemerintah, pengusaha dan serikat pekerja pun telah menggelar rapat pembahasan beberapa waktu lalu.

“Tentu ini akan oleh karena itu masukan yang dibahas dalam Panja Cipta Kerja, ” imbuhnya.

Mantan Menteri Perindustrian itu mengatakan pemerintah terus mendorong pengerjaan RUU Cipta Karya yang disebut telah dinanti-nanti oleh banyak pihak, termasuk para investor.

Pasalnya, RUU Cipta Kerja bakal berisi aturan terbaru mengenai Sovereign Wealth Fund (SWF), jaminan kematian pekerjaan bagi tenaga kerja, mematok penyederhanaan regulasi yang obesitas.

Secara umum, RUU Membuat Kerja juga dinilai akan bisa mengurai perizinan investasi di Nusantara yang dikenal sangat berbelit.

Baca serupa: Kadin sebut saat ini waktu tepat perbaiki iklim investasi

Baca juga: DPR-KSPI sepakat bentuk Tim Kerja Bersama terkait RUU Omnibus Law

Baca juga: DPR soroti pasal terkait kewenangan pemda di RUU Cipta Kerja

Baca juga: Tim Tripartit selesai bahas RUU Cipta Kerja klaster ketenagakerjaan
 

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020