airlangga-digitalisasi-olahraga-dan-prestasi-harus-beriringan-1

Airlangga: Digitalisasi olahraga dan hasil harus beriringan

Jakarta (ANTARA) – Gajah Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan transformasi digital industri olahraga dan peningkatan prestasi olahraga profesional kudu tetap beriringan di era pandemi COVID-19.

“Digitalisasi juga perlu diiringi dengan peningkatan prestasi olahraga terlatih. Pandemi ini diharapkan tak menjadi penghalang untuk menyandarkan intensitas latihan dan untuk tetap berprestasi di kancah nasional maupun internasional, ” kata Menko Airlangga di dalam Webinar Studium General secara tema “Pengembangan Ekonomi Digital Pada Sektor Industri Olahraga”, di Jakarta, Selasa.

Menko Airlangga mengirimkan bahwa pengembangan ekonomi digital pada sektor industri gerak nasional tentunya tak terlepas dari prestasi olahraga serta pencapaian atlet Indonesia sehingga diharapkan kecintaan terhadap atlet dan tim nasional bisa terus terbangun.

“Diperlukan kolaborasi lintas stakeholders dan komitmen bersama untuk mewujudkan ekosistem ekonomi digital yang kondusif serta karir olahraga yang berprestasi sebagai enabler bagi pemulihan ekonomi nasional sekaligus mengharumkan tanda bangsa, ” ujar Airlangga.

Baca juga: Erick Thohir: Kompetisi IBL gambaran lulus industri olahraga

Airlangga mengirimkan bahwa pandemi COVID-19 sejak tahun 2020 telah menekan seluruh industri secara global, termasuk sektor industri olahraga. Sumber utama pemasukan bisnis industri olahraga global dengan mendapat tekanan diantaranya broadcasting atau hak siar, commercial ( sponsorship , periklanan) dan matchday revenue (penjualan tiket dan pendukungnya).

Pendapatan pabrik olahraga global diproyeksikan 73, 7 miliar dolar AS di tahun 2020 ataupun hanya 54 persen daripada target pra COVID-19 sebesar 135, 3 miliar dolar AS. Penurunan pendapatan itu, jelas Airlangga, terjadi bagaikan pada penundaan Olimpiade Tokyo ke Juli 2021 dengan berpotensi merugikan Kota Tokyo hingga 597 Miliar Yen, serta penundaan penyelenggaraan Beker Eropa 2020 yang hangat akan diselenggarakan pada agenda 11 Juni 2021.

Kemudian pada pertengahan 2020 industri olahraga ahli mulai pulih, diantaranya ditandai dengan penyiaran kembali gabungan sepakbola dunia di TV. Olimpiade Jepang diputuskan langgeng akan digelar mulai agenda 23 Juli 2021, serupa itu pula dengan Piala Eropa 2020 pada 11 Juni 2021.

Baca juga: “Olahraga dan Teknologi” berdayakan pengembangan industri olahraga berkualitas luhur

Begitu juga dengan Bon Profesional seperti NBA & UEFA Champions League tentu menyelenggarakan musim dengan menerapkan konsep bubble format buat membuat lingkungan pertandingan yang 100 persen aman daripada COVID-19 yang diakui serta ditiru dunia.

“Di awal pandemi terdapat peningkatan konsumsi media sebab kebijakan untuk tetap berharta di rumah. Ketiadaan rencana live match membuat gaya tarik TV menurun, jadi industri olahraga yang mempunyai layanan digital streaming service mengalami lonjakan pelanggan sebab jadwalnya yang fleksibel, ” tutur Airlangga.

Begitu juga dengan kongsi pakaian olahraga mengalami kemerosotan pendapatan 29 persen pada semester I 2020 dipadankan 2019. Sementara itu, pangsa penjualan online mengalami pengembangan selama pandemi. Aplikasi fitness online, alat olahraga individu seperti sepeda dan peralatan lari, serta e-sport turut mengalami peningkatan intensitas penggunaan yang signifikan.

Airlangga menegaskan industri gerak nasional harus dengan segera menyesuaikan kondisi tersebut karena Indonesia mempunyai potensi ekonomi digital yang sangat tumbuh. Total pengguna konsumen baru ekonomi digital meningkat 37 persen selama pandemi dan tetap akan memanfaatkan ekonomi digital setelah COVID-19. Ekonomi digital juga diprediksikan hendak menyumbang 130-150 miliar dolar AS dalam pertumbuhan PDB Indonesia pada tahun 2025.

Di bagian lain, bagi industri perlengkapan olahraga nasional, terutama UMKM, pemanfaatan e-commerce berpotensi memajukan penjualan secara signifikan. Negeri mempunyai Gernas BBI yang telah membuat 11, tujuh Juta UMKM on boarding dan ditargetkan 30 juta UMKM on boarding dalam akhir 2023.

“Pemerintah akan terus menyerahkan dukungan dalam pengembangan ekonomi digital melalui pembangunan infrastruktur digital. Pemerintah akan terus melakukan perluasan wilayah 4G, pengembangan 5G, peluncuran planet multifungsi SATRIA, serta pendirian pusat data nasional, ” ujar Airlangga.

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021